DATA SENSUS

excel json

Produksi Tanaman Biofarmaka (Obat)

Ke halaman :

Provinsi Produksi Tanaman Biofarmaka (Obat)
Jahe (Kg)Laos/Lengkuas (Kg)Kencur (Kg)Kunyit (Kg)
1997199719971997
SUMATERA UTARA34 390 3881 157 585467 2151 218 246
RIAU278 402199 443104 309202 706
JAMBI386 238283 55668 104151 977
DKI JAKARTA16 6567 40414 93315 239
JAWA BARAT9 176 0455 224 2604 281 3594 581 498
JAWA TENGAH16 887 9579 424 63210 981 48613 517 159
DI YOGYAKARTA131 49086 75261 44773 868
JAWA TIMUR15 785 8934 370 1822 383 5574 529 529
BALI1 788 809578 89839 874701 400
KALIMANTAN BARAT453 156274 38057 231328 763
KALIMANTAN TIMUR602 832245 944211 686165 605
SULAWESI UTARA164 58840 31253 12548 197
SULAWESI SELATAN813 3371 402 009128 3281 419 658


Pengumpulan data hortikultura dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD)/Mantri Tani/Petugas Pengumpul Data Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dengan metode perkiraan pengamatan lapang. Pengumpulan data menggunakan daftar register kecamatan dan daftar isian Survei Pertanian Hortikultura (SPH). Pengumpulan data menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran isian dokumen SPH dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Hasilnya diserahkan kepada BPS Kabupaten/Kota untuk diolah. Validasi data dilakukan dalam forum sinkronisasi hasil pengolahan dan pencatatan baik di tingkat provinsi maupun pusat.

Ke halaman :