DATA SENSUS

excel json

Prevalensi Anemia Pada Ibu Hamil

Ke halaman :

Klasifikasi Perkotaan/Perdesaan+ Prevalensi Anemia Pada Ibu Hamil
20132018
Perkotaan36,4-
Perdesaan37,8-
Perkotaan+Perdesaan37,148,9


Sumber: Riskesdas
*Data Riskesdas sebelumnya dilaksanakan 3 tahun sekali (2007, 2010, 2013) dan kemudian akan dilakukan 5 tahun sekali (2018)

Ke halaman :
Nama Indikator

Prevalensi Anemia Pada Ibu Hamil

Uraian

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kapasitas sel darah merah membawa oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Ibu hamil anemia adalah ibu hamil dengan kadar Hb <11,0 g/dl yang diperiksa pada saat kunjungan pertama (K1). Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan anemia defisiensi besi yang bisa bertahan sepanjang usia awal anak dan menghambat pertumbuhan sel-sel otak anak serta sel-sel tubuh lainnya, yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan (Pedoman Program Pemberian Dan Pemantauan Mutu Tablet Tambah Darah Untuk Ibu Hamil).

Manfaat

Kondisi anemia pada ibu hamil harus dideteksi sedini mungkin dan diberikan penatalaksanaan yang tepat. Perhitungan prevalensi anemia pada ibu hamil bermanfaat untuk mengetahui jumlah ibu hamil yang berisiko dan memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat untuk mencegah ibu melahirkan bayi dengan anemia defisiensi besi yang akan menghambat pertumbuhan sel-sel otak dan sel tubuh lainnya yang dapat bermanifestasi dalam bentuk stunting maupun wasting.

Nama Kegiatan

Kompilasi Data Indikator Pembangunan Berkelanjutan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Lingkungan Hidup

Penjelasan Umum

Saat ini lingkungan hidup menjadi salah satu isu utama dalam wacana semua tingkat, baik nasional maupun internasional. Hal ini tidak lepas dari timbulnya kesadaran bahwa fenomena perubahan alam yang banyak menimbulkan bencana ini juga disumbang oleh perilaku manusia. Kesadaran bahwa manusia adalah makhluk ekologis yang juga masuk dalam jaringan ekosistem yang luas membuat manusia harus selalu mempertimbangkan faktor lingkungan dalam setiap kegiatan maupun pembangunan. Kemajuan pembangunan nasional saat ini membawa perubahan yang signifikan, namun kemajuan pembangunan tidak diimbangi dengan kemajuan kelestarian lingkungan alamnya. Terbukti dengan banyaknya kerusakan alam yang terjadi akibat pembangunan yang dilakukan dengan tidak memperhatikan lingkungan. Terkait dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu indikator pembangunan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat perkembangan pembangunan yang dapat diperbandingkan antar waktu dan wilayah.

Tujuan

1. Menyediakan informasi yang menggambarkan keadaan dan usaha-usaha penanggulangan kerusakan terhadap alam secara berkesinambungan;

2. Menyediakan informasi yang komprehensif, mengenai tekanan, dampak, dan respon terhadap kegiatan sosial ekonomi pada lingkungan hidup;

3. Menyajikan data dan informasi tentang perkembangan keadaan dan kondisi lingkungan hidup di Indonesia.

Tahun Kegiatan

2019

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan