DATA SENSUS

excel json

Persentase Balita Pendek Dan Sangat Pendek (Persen)

Ke halaman :

Provinsi Persentase Balita Pendek Dan Sangat Pendek
PendekSangat Pendek
201620172018201620172018
INDONESIA18,9719,819,38,579,811,5
ACEH18,8423,521,17,5612,216
SUMATERA UTARA15,11619,29,3412,513,2
SUMATERA BARAT18,8821,320,36,669,39,6
RIAU17,7518,517,17,3211,210,3
JAMBI18,516,416,88,58,813,4
SUMATERA SELATAN14,5814,917,24,667,914,4
BENGKULU16,3520,818,26,618,69,8
LAMPUNG18,1921,517,76,5910,19,6
KEP. BANGKA BELITUNG15,71816,16,229,37,3
KEP. RIAU15,6416,315,17,214,78,5
DKI JAKARTA13,7815,511,56,287,26,1
JAWA BARAT1920,819,46,138,411,7
JAWA TENGAH17,7820,620,16,097,911,2
DI YOGYAKARTA17,114,715,14,745,16,3
JAWA TIMUR18,6218,819,97,517,912,9
BANTEN18,919178,0910,69,6
BALI14,4814,216,35,224,95,6
NUSA TENGGARA BARAT21,662624,38,3111,29,2
NUSA TENGGARA TIMUR23,7222,326,715,031816
KALIMANTAN BARAT22,9923,521,911,941311,4
KALIMANTAN TENGAH22,9123,621,311,215,412,7
KALIMANTAN SELATAN21,3121,221,19,821312
KALIMANTAN TIMUR19,9222197,228,610,2
KALIMANTAN UTARA21,3122,120,110,2911,36,8
SULAWESI UTARA14,4217,315,76,7914,19,8
SULAWESI TENGAH21,8522,120,410,191411,9
SULAWESI SELATAN25,8724,623,29,7310,212,5
SULAWESI TENGGARA20,6421,218,68,9315,210,1
GORONTALO21,520,519,811,5411,212,7
SULAWESI BARAT25,0225,125,414,6914,916,2
MALUKU16,6519,721,512,3310,312,5
MALUKU UTARA19,7216,820,44,878,211
PAPUA BARAT18,8319,916,111,4513,411,7
PAPUA16,3516,917,811,6415,915,3


Sumber : Pemantauan Status Gizi, Profil Kesehatan Indonesia, KEMENKES

Ke halaman :
Nama Indikator

Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) pada Anak Di Bawah 5 Tahun/Balita

Uraian

Stunting (pendek/sangat pendek) adalah kondisi kurang gizi kronis yang diukur berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dibandingkan dengan menggunakan standar WHO tahun 2005. Data tinggi badan pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menjadi analisis untuk status gizi dan tinggi badan setiap anak balita dikonversikan ke dalam nilai terstandar (Z-score) menggunakan baku antropometri anak balita WHO 2005. Klasifikasi berdasarkan indikator TB/U adalah sebagai berikut standar dari WHO dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 1995/MENKES/SK/XII/2010: 1. Sangat pendek : Zscore <-3,0 2. Pendek : Zscore ≥- 3,0 s/d Zscore < -2,0

Manfaat

Indikator ini mengukur persentase anak balita yang tingginya dibawah ketinggian rata-rata penduduk acuan. Stunting pada anak-anak mencerminkan efek yang luas dari kekurangan gizi yang kronis dan menderita penyakit berulang yang disebabkan oleh latar belakang sosial dan ekonomi yang buruk. Stunting pada anak-anak dapat memiliki dampak serius pada perkembangan fisik, mental, dan emosional anak-anak, dan bukti menunjukkan bahwa efek dari stunting pada usia muda, khususnya pada perkembangan otak, sulit untuk memperbaikinya pada usia lanjut walaupun jika anak menerima gizi yang tepat. Selain itu anak yang mengalami stunting beresiko lebih besar menderita penyakit menular dan tidak menular pada usia dewasa seperti jantung, diabetes, dan penyakit pembuluh darah. Oleh karena itu, indikator ini menunjukan bahwa betapa pentingnya memberikan gizi yang cukup untuk anak-anak.

Interpretasi

-

Rumus

P
A
B
(
5
)
S
P
s
t
u
n
t
i
n
g
=
J
A
B
(
5
)
S
P
s
t
u
n
t
i
n
g
J
A
B
(
5
)
×
1
0
0
%

Keterangan:
PAB(5)SPstunting : Prevalensi anak balita yang menderita sangat pendek (stunting)
JAB(5)SPstunting : Jumlah anak balita sangat pendek (stunting) pada waktu tertentu
JAB(5) : Jumlah anak balita pada waktu yang sama

Konsep

Stunting

Ukuran

Persentase

Klasifikasi

1. Wilayah administrasi: nasional dan provinsi 2. Daerah tempat tinggal: perkotaan dan pedesaan 3. Jenis kelamin 4. Kelompok umur: 0-2 tahun dan 0-4 tahun 5. Kelompok pendapatan (pengeluaran).

Level Estimasi

-

Nama Kegiatan

Kompilasi Data Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di Indonesia

Penyelenggara

Subdit. Indikator Statistik

Penjelasan Umum

Indonesia sebagai salah satu negara yang telah menyepakati penerapan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan SDGs melalui berbagai kegiatan  dan  telah  mengambil  langkah-langkah  strategis.  Sejumlah  langkah  yang  telah  ditempuh  Indonesia  sampai  dengan  akhir  2016  antara  lain  (i)  melakukan  pemetaan  antara  tujuan  dan  target  SDGs  dengan  prioritas  pembangunan  nasional,  (ii)  melakukan  pemetaan  ketersediaan data dan indikator SDGs pada setiap target dan tujuan termasuk indikator proksi, (iii)  melakukan  penyusunan  definisi  operasional  untuk  setiap  indikator  SDGs,  (iv)  menyusun peraturan presiden terkait dengan pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan, dan (v) mempersiapkan rencana aksi nasional dan rencana aksi daerah terkait dengan implementasi SDGs di Indonesia.

Tujuan

  1. Menyajikan  indikator-indikator  SDGs  yang  tersedia  di  Indonesia  khususnya  Badan  Pusat Statistik dan beberapa instansi lain.
  2. Untuk  mengetahui  posisi  capaian  awal  pembangunan  berkelanjutan  pada  setiap  tujuan SDGs dengan melakukan analisis terhadap indikator yang tersedia.
  3. Mendorong  kepada  para  pemangku  kepentingan  dalam  menyediakan  data  dan  informasi bagi ketersediaan  indikator SDGs di Indonesia.

Tahun Kegiatan

2020

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan