DATA SENSUS

excel json

Jumlah Kawasan Konservasi Perairan (Hektar)

Ke halaman :

Jenis Konservasi Perairan Jumlah Kawasan Konservasi Perairan
201820192020
Taman Nasional Laut4 043 541,34 043 541,33 968 975,3
Taman Wisata Alam Laut491 248491 248491 248
Suaka Margasatwa Laut5 4005 4005 400
Cagar Alam Laut91 82091 82091 820
Taman Nasional Perairan3 355 352,823 355 352,823 355 352,82
Suaka Alam Perairan445 630445 630445 630
Taman Wisata Perairan1 541 040,21 541 040,21 541 040,2
Kawasan Konversi Perairan Daerah10 901 101,7613 172 342,4913 949 677,46



Sumber : Laporan Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan 2015-2020; Kelautan dan Perikanan Dalam Angka 2016, KKP


Ke halaman :
Nama Indikator

Jumlah Kawasan Konservasi Perairan

Uraian

Kawasan konservasi perairan adalah kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumberdaya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan (Permen-KP Nomor 14/Permen-KP/2016 tentang Kriteria dan Kategori Kawasan Konservasi Perairan untuk Pariwisata Alam Perairan). Jumlah kawasan konservasi perairan adalah luas keseluruhan kawasan konservasi perairan teritorial pada periode waktu tertentu, dinyatakan dalam hektar (Ha).

Manfaat

Memantau kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan hidup, keanekaragaman hayati, dan ekosistem perairan serta tersedianya pengelolaan kawasan konservasi secara optimal dan berkelanjutan.

Nama Kegiatan

Kompilasi Data Indikator Pembangunan Berkelanjutan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Lingkungan Hidup

Penjelasan Umum

Saat ini lingkungan hidup menjadi salah satu isu utama dalam wacana semua tingkat, baik nasional maupun internasional. Hal ini tidak lepas dari timbulnya kesadaran bahwa fenomena perubahan alam yang banyak menimbulkan bencana ini juga disumbang oleh perilaku manusia. Kesadaran bahwa manusia adalah makhluk ekologis yang juga masuk dalam jaringan ekosistem yang luas membuat manusia harus selalu mempertimbangkan faktor lingkungan dalam setiap kegiatan maupun pembangunan. Kemajuan pembangunan nasional saat ini membawa perubahan yang signifikan, namun kemajuan pembangunan tidak diimbangi dengan kemajuan kelestarian lingkungan alamnya. Terbukti dengan banyaknya kerusakan alam yang terjadi akibat pembangunan yang dilakukan dengan tidak memperhatikan lingkungan. Terkait dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu indikator pembangunan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat perkembangan pembangunan yang dapat diperbandingkan antar waktu dan wilayah.

Tujuan

1. Menyediakan informasi yang menggambarkan keadaan dan usaha-usaha penanggulangan kerusakan terhadap alam secara berkesinambungan;

2. Menyediakan informasi yang komprehensif, mengenai tekanan, dampak, dan respon terhadap kegiatan sosial ekonomi pada lingkungan hidup;

3. Menyajikan data dan informasi tentang perkembangan keadaan dan kondisi lingkungan hidup di Indonesia.

Tahun Kegiatan

2019

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan