Cerita Data Statistik Untuk Indonesia: Resiliensi Bencana dan Arah Ekonomi Pascabencana - Badan Pusat Statistik Indonesia
Badan Pusat StatistikBadan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik

Tabel Publikasi Indikator Ekonomi telah tersedia dalam bentuk Tabel Statistik yang dapat diakses pada Menu Produk > Direktori. Klik disini untuk mengakses laman tersebut.

Dalam rangka percepatan transformasi tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, layanan kunjungan langsung PST pada hari Jumat dialihkan menjadi layanan online: pst.bps.go.id

Beranda

Produk - Publikasi

Cerita Data Statistik Untuk Indonesia: Resiliensi Bencana dan Arah Ekonomi Pascabencana

Cerita Data Statistik Untuk Indonesia: Resiliensi Bencana dan Arah Ekonomi Pascabencana

Nomor Katalog : 1205057
Nomor Publikasi : 07300.26006
ISSN/ISBN : -
Frekuensi Terbit : Triwulanan
Tanggal Rilis : 31 Maret 2026
Tanggal Revisi : 31 Maret 2026
Bahasa : Indonesia
Ukuran File : 6.94 MB

Abstraksi

Indonesia merupakan wilayah rawan bencana karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik) dan berada dalam jalur Ring of Fire (cincin api) Pasifik. Kondisi geografis tropis menambah risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Risiko bencana tidak hanya ditentukan oleh besarnya bahaya alam, tetapi juga oleh tingkat kapasitas adaptasi terhadap bencana, dan resiliensi ekonomi di tingkat desa. Bencana alam bukan hanya peristiwa lingkungan, tetapi juga guncangan ekonomi yang memengaruhi struktur ekonomi desa. Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mendorong pergeseran aktivitas ekonomi. Resiliensi desa tidak cukup hanya mengandalkan mitigasi risiko fisik, melainkan harus bertumpu pada pembangunan kapasitas ekonomi sebagai fondasi pemulihan jangka panjang. Perekonomian pascabencana bisa bergerak ke tiga arah berbeda, yaitu pulih sementara (temporary lost), kehilangan permanen (permanent lost), atau bahkan bangkit melalui pembaruan (creative construction). Studi kasus pascagempa 2018 di Kota Palu dan Kabupaten Donggala menunjukkan pola pemulihan yang kontras. Kota Palu menunjukkan fase konvergensi yang lebih cepat dan adaptif, sementara Kabupaten Donggala berada pada jalur pemulihan bertahap. Kebijakan pascabencana untuk beralih dari sekadar perbaikan infrastruktur fisik menuju penguatan kapasitas produktif daerah guna mengakselerasi konvergensi ekonomi jangka menengah.
Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik(BPS - Statistics Indonesia)

Jl. Dr. Sutomo 6-8

Jakarta 10710 Indonesia

Telp (62-21) 3841195; 3842508; 3810291

Faks (62-21) 3857046

Mailbox : bpshq@bps.go.id

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik