Badan Pusat StatistikBadan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik

Dalam rangka percepatan transformasi tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, layanan kunjungan langsung PST pada hari Jumat dialihkan menjadi layanan online: pst.bps.go.id

Tabel Publikasi Indikator Kependudukan SUPAS 2025 telah tersedia dalam bentuk Tabel Statistik yang dapat diakses pada Menu Produk > Direktori. Klik disini untuk mengakses laman tersebut.

Beranda

Produk - Publikasi

Statistik Objek Daya Tarik Wisata 2024

Statistik Objek Daya Tarik Wisata 2024

Nomor Katalog : 8401017
Nomor Publikasi : 06300.25017
ISSN/ISBN : 2745-6676
Frekuensi Terbit : Tahunan
Tanggal Rilis : 31 Desember 2025
Bahasa : Indonesia dan Inggris
Ukuran File : 19.42 MB

Abstraksi

Objek daya tarik wisata memiliki peran penting dalam menciptakan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Peningkatan peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 ke posisi 22 dari 119 negara menunjukkan kemajuan signifikan, meskipun tantangan seperti infrastruktur dan layanan pendukung masih perlu diperbaiki. Ketersediaan objek daya tarik wisata yang berkualitas mampu mendukung peingkatan TTDI dimasa datang. Ketersediaan objek daya tarik wisata semakin membaik, dilihat dari pertumbuhannya sebesar 17,18% pada tahun 2024. Wisata Alam, Tirta, dan Buatan mendominasi jenis objek daya tarik wisata. Persebaran objek daya tarik wisata menunjukkan ketimpangan antar wilayah, dengan konsentrasi tinggi di Jawa dan Bali dibandingkan daerah lain, seperti Maluku dan Papua yang masih minim pengembangan. Keberlanjutan industri pariwisata juga ditentukan oleh pelestarian lingkungan dan peningkatan daya saing. Aspek ini diidentifikasi dengan penggunaan sumber daya alam secara bijaksana. termasuk penggunaan sumber daya air. Mayoritas destinasi masih mengandalkan air tanah. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur air bersih. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dan adopsi teknologi informasi di destinasi wisata menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di masa depan. Keberlanjutan pada dimensi sosial ekonomi pariwisata perlu diperhatikan. Pariwisata berkelanjutan menjadi prioritas dengan fokus pada identrifikasi dampak sosial termasuk aspek budaya dan manfaat bagi penduduk lokal. Dari sisi ekonomi, pendapatan objek wisata mencapai Rp11,63 triliun pada 2024. Meskipun demikian, ketimpangan antarprovinsi dan dominasi Jawa-Bali dalam kontribusi ekonomi menjadi tantangan yang harus diatasi untuk mendukung pertumbuhan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik(BPS - Statistics Indonesia)

Jl. Dr. Sutomo 6-8

Jakarta 10710 Indonesia

Telp (62-21) 3841195; 3842508; 3810291

Faks (62-21) 3857046

Mailbox : [email protected]

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik