| Nomor Katalog | : | 5203036 |
| Nomor Publikasi | : | 05100.25006 |
| ISSN/ISBN | : | - |
| Frekuensi Terbit | : | Tahunan |
| Tanggal Rilis | : | 15 Agustus 2025 |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Ukuran File | : | 16.77 MB |
Abstraksi
Laporan ini menyajikan data luas panen dan produksi
komoditas jagung tahun 2024. Survei KSA mencatat luas panen jagung mencapai
2,55 juta hektare di tahun 2024 dengan rata-rata sekitar 212,39 ribu hektare
per bulan. Lima provinsi dengan luas panen terluas yaitu Jawa Timur, Jawa
Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara
itu, lima provinsi dengan luas panen terendah adalah Kepulauan Bangka Belitung,
Kepulauan Riau, Papua Pegunungan, Kalimantan Utara, dan Papua Barat Daya.Data produksi jagung yang disajikan diestimasi dengan
memadukan hasil KSA dengan data dari Survei Ubinan di tahun 2024 dan Survei
Konversi Jagung 2020 (SKJG2020). Produksi jagung pipilan kering berkadar air 28
persen mencapai 20,48 juta ton dengan rata-rata perbulan sekitar 1,71 juta ton
pada tahun 2024. Sementara itu, produksi jagung pipilan kering berkadar air 14
persen mencapai 15,14 juta ton dengan rata- rata sekitar 1,26 juta ton per
bulan. Lima provinsi sentra produksi jagung pipilan kering berkadar air 14
persen terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara
Barat, dan Sulawesi Selatan.
Sementara itu, lima wilayah dengan produksi terkecil yaitu
Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Papua Pegunungan, Kalimantan Utara,
dan Riau. KSA Jagung juga merekam informasi tambahan berupa fase pertumbuhan
lainnya komoditas jagung dan juga kondisi lahan titik segmen sampel. Informasi
tambahan yang diperoleh dari amatan tersebut meliputi luas tegakan tanaman yang
di dalamnya termasuk luas fase vegetatif awal, vegetatif akhir, reproduktif
awal, dan reproduktif akhir. Selain itu, estimasi juga dilakukan untuk
menghasilkan luas panen hijauan, panen muda, potensi gagal panen, persiapan
lahan, lahan diberakan, dan lahan pertanian ditanami selain jagung.