| Nomor Katalog | : | 8202027 |
| Nomor Publikasi | : | 06120.1905 |
| ISSN/ISBN | : | 0126-4419 |
| Frekuensi Terbit | : | Tahunan |
| Tanggal Rilis | : | 8 Mei 2019 |
| Bahasa | : | Indonesia dan Inggris |
| Ukuran File | : | 11.76 MB |
Abstraksi
Impor
Indonesia selama 2018 mencapai USD188.711,2 juta, yang terdiri dari impor migas USD29.868,8
juta dan nomigas USD158.842,4 juta. Jika dibanding 2017, nilai impor naik 20,21
persen dipicu oleh peningkatan impor migas 22,83 persen (USD5.552,6 juta) dan
nonmigas 19,73 persen (USD26.173,0 juta). Negara asal utama impor Indonesia adalah Tiongkok
USD45.537,8 juta (22,78 persen), diikuti oleh Singapura USD21.439,5
juta (10,76 persen), dan Jepang USD17.976,7 juta (9,53 persen). Dilihat dari golongan penggunaan barang ekonomi, masih
didominasi impor bahan baku/penolong sebesar USD141.581,0 juta (75,03 persen),
diikuti barang modal USD29.948,8 juta (15,87 persen) dan barang konsumsi
USD17.181,4 juta (9,10 persen).
Selama Januari-Desember 2018, Pelabuhan Tanjung
Priok masih menjadi tempat bongkar barang impor utama di Indonesia dengan porsi
sebesar 40,85 persen atau senilai USD77.090,5 juta.