Badan Pusat StatistikBadan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik

Dalam rangka percepatan transformasi tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, layanan kunjungan langsung PST pada hari Jumat dialihkan menjadi layanan online: pst.bps.go.id

Tabel Publikasi Indikator Kependudukan SUPAS 2025 telah tersedia dalam bentuk Tabel Statistik yang dapat diakses pada Menu Produk > Direktori. Klik disini untuk mengakses laman tersebut.

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

BPS: Produk Industri Pengolahan Menjadi Bantalan Ekspor Nonmigas tetap Tumbuh

BPS: Produk Industri Pengolahan Menjadi Bantalan Ekspor Nonmigas tetap Tumbuh

BPS: Produk Industri Pengolahan Menjadi Bantalan Ekspor Nonmigas tetap Tumbuh

3 Maret 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 tumbuh 4,38 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kinerja ekspor industri pengolahan yang tetap kuat di tengah melemahnya ekspor sektor pertanian/perkebunan dan pertambangan.


Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa industri pengolahan menjadi bantalan utama kinerja ekspor pada awal tahun 2026 dengan pertumbuhan sebesar 8,19 persen.


 ”Pada awal tahun 2026, ekspor industri pengolahan menunjukkan kinerja yang baik ditengah menurunnya ekspor pertanian/perkebunan dan ekspor pertambangan. Produk industri yang tumbuhnya sangat tinggi antara lain produk olahan minyak sawit, produk nikel, besi dan baja, semi konduktor, dan kendaraan bermotor. Sementara itu, produk olahan timah mampu tumbuh hingga 191 persen dipengaruhi kebijakan larangan ekspor bijih timah yang berdampak pada tumbuhnya ekspor produk olahan timah,” ungkap Amalia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/3).


Nilai ekspor industri pengolahan pada Januari 2026 tercatat sebesar US$18,51 miliar, meningkat dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$17,11 miliar.


BPS mencatat tujuan utama ekspor nonmigas terbesar Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan China dengan kontribusi ketiga negara ini mencapai 43,77 persen pada Januari 2026. Tiongkok masih menjadi pasar utama dengan nilai mencapai US$5,27 miliar (24,80 persen), diikuti oleh Amerika Serikat sebesar US$2,51 miliar (11,82 persen) dan India sebesar US$1,52 miliar (7,15 persen).


”Total ekspor nonmigas ke Amerika Serikat pada Januari 2026 adalah sebesar US$2,82 Miliar atau tumbuh 13,60 persen dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya (y-on-y),” jelas Amalia.


Dari sisi impor, nilai impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat US$21,20 miliar, atau naik 18,21 persen dari Januari 2025 (y-on-y). Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor sebesar US$18,04 miliar, naik 16,71 persen dibandingkan Januari 2025. Impor sektor migas juga meningkat hingga 27,52 persen (y-on-y). Kondisi ini menjadikan nilai impor sektor migas pada Januari 2026 tercatat sebesar US$3,17 miliar.


Dilihat dari sisi penggunaan, peningkatan impor pada Januari 2026 terjadi baik pada bahan baku/penolong, barang modal, serta barang konsumsi. Nilai impor bahan baku/penolong sebagai pendorong utama kenaikan impor pada Januari 2026 tercatat US$14,88 miliar, naik 14,67 persen dibandingkan Januari 2025. Sementara impor barang modal tercatat sebesar US$4,49 miliar, atau naik 35,23 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.


Peningkatan impor bahan baku/penolong dan barang modal tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi domestik serta investasi pada sektor riil, karena kedua kelompok barang ini umumnya digunakan untuk mendukung proses produksi industri dan ekspansi usaha.


BPS turut melaporkan tiga negara utama asal impor nonmigas Indonesia pada Januari 2026 adalah Tiongkok, Australia, dan Jepang. Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 54,92 persen. Tiongkok masih menjadi negara utama dengan nilai impor US$7,89 miliar (43,75 persen), diikuti oleh Australia sebesar US$1,07 miliar (5,92 persen) dan Jepang sebesar US$0,95 miliar (5,25 persen). Impor dari Tiongkok utamanya berupa mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya, serta plastik dan barang dari plastik.


Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik(BPS - Statistics Indonesia)

Jl. Dr. Sutomo 6-8

Jakarta 10710 Indonesia

Telp (62-21) 3841195; 3842508; 3810291

Faks (62-21) 3857046

Mailbox : [email protected]

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik