Badan Pusat StatistikBadan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik

Dalam rangka percepatan transformasi tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, layanan kunjungan langsung PST pada hari Jumat dialihkan menjadi layanan online: pst.bps.go.id

Tabel Publikasi Indikator Kependudukan SUPAS 2025 telah tersedia dalam bentuk Tabel Statistik yang dapat diakses pada Menu Produk > Direktori. Klik disini untuk mengakses laman tersebut.

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

BPS-Bappenas-OIKN: Luncurkan Hasil Pendataan Penduduk IKN

BPS-Bappenas-OIKN: Luncurkan Hasil Pendataan Penduduk IKN

BPS-Bappenas-OIKN: Luncurkan Hasil Pendataan Penduduk IKN

18 Desember 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya


Jakarta, (17/12)- Ibu Kota Nusantara (IKN) kini berpenduduk 147,43 ribu jiwa atau sebanyak 43.293 rumah tangga, dengan 67,91 persen penduduk berada pada usia produktif. Angka ini merupakan hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) Tahun 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Jakarta, Selasa (16/12).


Delineasi wilayah IKN mencakup Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Berdasarkan sebarannya, konsentrasi penduduk tertinggi berada di Desa Samboja Kuala, Desa Muara Jawa Ulu, Desa Muara Jawa Pesisir, dan Desa Telemow, dengan kepadatan lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi. Wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas penduduk dan dengan demikian dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar dan infrastruktur IKN kedepan.


BPS turut mencatat rasio ketergantungan sebesar 47,25. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif di IKN menanggung sekitar 47–48 penduduk usia nonproduktif. Data BPS menunjukkan bahwa setengah dari penduduk IKN pada 2025 merupakan generasi Z dan milenial. Jumlah penduduk laki-laki tercatat lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 106. Fakta menarik juga diungkap oleh BPS, bahwa penduduk tertua di IKN berusia 108 tahun, seorang perempuan kelahiran Ujung Pandang yang lahir di penghujung Perang Dunia Pertama.


Dari sisi mobilitas penduduk, sebanyak 41,16 persen penduduk IKN tercatat lahir di luar wilayah IKN, sementara 6,03 persen merupakan penduduk yang berpindah ke IKN dalam lima tahun terakhir. Tiga provinsi asal migrasi masuk terbesar ke IKN adalah Kalimantan Timur sebesar 29,20 persen, Sulawesi Selatan sebesar 20,36 persen, dan Jawa Timur sebesar 12,91 persen.


PPIKN 2025 juga merekam kondisi kesehatan dan sosial penduduk. Angka kematian bayi tercatat berada pada kisaran 14–15 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian ibu berada pada kisaran 143 per 100.000 kelahiran hidup. BPS turut mencatat angka kelahiran total di IKN sebesar 2,14. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata jumlah anak yang diinginkan oleh perempuan usia 15-49 tahun di IKN (2,59) yang menunjukkan adanya underachieved fertility di IKN.


Selain itu, pendataan ini menghasilkan data geotagging keberadaan rumah tangga yang bermanfaat dalam mendukung intervensi kebijakan secara spasial. Data BPS menunjukkan masih terdapat 232 rumah tangga atau 0,54 persen dengan lantai terluas rumah berupa tanah, 142 rumah tangga (0,33 persen) yang tidak memiliki fasilitas buang air besar, 530 rumah tangga (1,22 persen) yang masih memanfaatkan air hujan sebagai sumber air minum utama, serta 49 rumah tangga (0,11 persen) yang belum mendapat aliran listrik.


Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa hasil PPIKN 2025 memiliki banyak output strategis. “Selain menyediakan data penduduk yang lengkap, kegiatan ini menghasilkan indikator kependudukan untuk perumusan kebijakan, menyediakan geotagging rumah tangga untuk intervensi yang lebih presisi, serta menjadi kerangka dasar bagi survei dan analisis strategis di wilayah IKN ke depan,” ungkap Amalia dalam acara Diseminasi Hasil dan Penyampaian Dokumen Publikasi PPIKN 2025 di Jakarta, Selasa (16/12).


”Data kependudukan IKN ini adalah pondasi bagi keberlanjutan pembangunan IKN. Sensus bukan sekedar pendataan melainkan upaya negara untuk lebih memahami warganya,” jelas Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bapak Rachmat Pambudy, saat menyampaikan keynote speech pada acara tersebut.


Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dalam sambutannya menyatakan, ”BPS merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki otoritas dalam mengeluarkan data nasional. Publikasi ini akan menjadi rujukan utama bagi semua yang akan bergerak bersama dalam membangun IKN. Ini sekarang menjadi lengkap, delineasi wilayah telah ditetapkan dan penduduk juga telah didata”.


Penyerahan hasil PPIKN 2025 merupakan wujud nyata kolaborasi yang kuat, solid, dan terintegrasi dalam menyediakan statistik dasar di wilayah IKN. BPS melaporkan pelaksanaan PPIKN 2025 melibatkan 856 petugas lapangan yang berasal dari masyarakat sekitar, dengan kegiatan pendataan dilaksanakan pada periode 1 Juli hingga 15 Agustus 2025.


Narahubung Media

M.Nashrul Wajdi

Plt. Kepala Biro Humas dan Hukum

Badan Pusat Statistik 

[email protected]


Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik(BPS - Statistics Indonesia)

Jl. Dr. Sutomo 6-8

Jakarta 10710 Indonesia

Telp (62-21) 3841195; 3842508; 3810291

Faks (62-21) 3857046

Mailbox : [email protected]

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik