Berita Terkait

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik(BPS - Statistics Indonesia)
Jl. Dr. Sutomo 6-8
Jakarta 10710 Indonesia
Telp (62-21) 3841195; 3842508; 3810291
Faks (62-21) 3857046
Mailbox : [email protected]
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik
Produk - Berita dan Siaran Pers
Babak Baru Kerja Sama BPS–ABS: Sinergi untuk Statistik yang Modern dan Terpercaya
2 Desember 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya
Bali-1 Desember 2025. — Badan Pusat Statistik (BPS) dan Australian Bureau of Statistics (ABS) resmi menandatangani pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) periode 2025-2029, menandai tiga puluh tahun kemitraan erat antara Indonesia dan Australia dalam pengembangan statistik resmi. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting bagi upaya modernisasi statistik nasional di tengah dinamika global yang semakin cepat.
Selama tiga dekade, kerja sama BPS–ABS menjadi salah satu fondasi dalam peningkatan kualitas data Indonesia. Melalui MoU terbaru, kedua lembaga sepakat memperkuat kolaborasi di empat area strategis.
Pertama, peningkatan kualitas statistik resmi negara, khususnya neraca nasional, statistik harga, statistik produksi, dan statistik lingkungan. BPS dan ABS berkomitmen membangun sistem statistik yang lebih berkualitas dan efisien dengan mengacu pada standar proses bisnis statistik internasional. Kedua, percepatan modernisasi statistik melalui adopsi metodologi mutakhir, pemanfaatan data administratif dan big data untuk statitik resmi, hingga penerapan machine learning.
Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik. Keempat, memperkuat keterlibatan Indonesia dalam forum statistik internasional.
”Hubungan antara BPS dan ABS telah terjalin dengan baik lebih dari tiga dekade. Sejak MoU pertama kali ditandatangani pada tahun 1995, kerjasama antara dua lembaga telah memperkuat metodologi statistik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peningkatan sistem digital, dan mendorong adopsi praktik baik internasional,”jelas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti pada kegiatan penandatanganan di Bali, Senin (1/12).
Pembaruan MoU ini selaras dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan kemitraan yang memberi manfaat konkret bagi kepentingan nasional. Selaras dengan kebijakan luar negeri Bapak Presiden Prabowo yang memperkuat hubungan diplomatik dan kerjasama dengan Australia.
”Tahun ini menandai tiga puluh tahun kerjasama yang erat antara ABS dan BPS. Selama kurun waktu tersebut, kolaborasi ini telah memberikan manfaat yang besar bagi kedua institusi. Pembaruan MoU hari ini juga menjadi langkah ABS dan BPS untuk berkembang bersama, melangkah untuk masa depan, dan saling menghormati kerjasama yang telah berlangsung lama ini,” ungkap The Australian Statistician atau Kepala ABS, David Gruen menyampaikan apresiasinya atas kerjasama BPS-ABS.
Melalui pembaruan MoU ini, BPS menyampaikanbahwa BPS perlu responsif atas kebutuhan pengguna data, terus beradaptasi dengan dinamika global serta memperkuat kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas data statistik di Indonesia.
”Hari ini, kita sepakat untuk membawa kerja sama ini ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya memperkuat kemitraan, tetapi juga membangun persahabatan. Dengan hubungan yang lebih baik, kita membangun kepercayaan dan saling menghormati, sehingga kedua pihak dapat tumbuh bersama dan saling mendukung untuk mencapai visi menjadi NSO berkelas dunia di masa depan”, ujar Amalia.
Dalam kesempatan ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Rachmat Pambudy hadir sebagai keynote speaker dan menyampaikan nilai strategis dari kerjasama BPS dan ABS. Rachmat Pambudy menyampaikan, ”Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan perwujudan dari kunjungan kenegaraan Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Australia baru-baru ini, serta pertemuan beliau dengan Perdana Menteri Anthony Albanese, di mana kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral melalui kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Dalam konteks ini, kerja sama yang lebih erat antara BPS dan ABS tentunya sangat strategis serta relevan”.
Rachmat Pambudy lalu menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat memperhatikan kualitas data statistik, serta selalu merujuk pada indikator-indikator utama yang dihasilkan oleh BPS, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, statistik perumahan, dan masih banyak lagi.
Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Kepala BPSRI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Australia's acting Ambassador to Indonesia, Gita Kamath, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten kota se-Provinsi Bali.
Narahubung Media
M. Nashrul Wajdi
Plt. Kepala Biro Humas dan Hukum
Badan Pusat Statistik
081320978636