Badan Pusat StatistikBadan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik

Tabel Publikasi Indikator Kependudukan SUPAS 2025 telah tersedia dalam bentuk Tabel Statistik yang dapat diakses pada Menu Produk > Direktori. Klik disini untuk mengakses laman tersebut.

Dalam rangka percepatan transformasi tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, layanan kunjungan langsung PST pada hari Jumat dialihkan menjadi layanan online: pst.bps.go.id

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Kuliah Umum di Untirta, Wakil Kepala BPS Tekankan Peran Strategis Data Statistik

Kuliah Umum di Untirta, Wakil Kepala BPS Tekankan Peran Strategis Data Statistik

Kuliah Umum di Untirta, Wakil Kepala BPS Tekankan Peran Strategis Data Statistik

23 Juni 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya


Serang, 17 Juni 2025 – Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyampaikan kuliah umum bertema edukasi statistik kepada para dosen dan peneliti di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Untirta dan turut dihadiri langsung oleh Rektor Untirta, Prof. H. Fatah Sulaiman.


Dalam paparannya, Sonny menjelaskan bahwa BPS memiliki peran penting dalam menyediakan data statistik resmi yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses statistik yang dilakukan oleh BPS mengacu pada pedoman internasional, seperti yang ditetapkan oleh Komisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Statistical Commission) dan lembaga-lembaga global lainnya.


“Metodologi BPS disusun dengan standar internasional dan terus diawasi oleh Forum Masyarakat Statistik yang terdiri dari unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. Dengan demikian, akuntabilitas data yang dihasilkan BPS dapat terjaga,” jelas Sonny.


Lebih lanjut, Sonny menjelaskan sejumlah indikator strategis yang diproduksi BPS, seperti Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, tingkat kemiskinan, dan indikator sosial-ekonomi lainnya yang sangat ditunggu oleh berbagai kalangan untuk keperluan analisis maupun pengambilan keputusan.

Ia juga menekankan pentingnya statistik dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya melalui contoh nyata dari statistik demografi. Sonny mengisahkan bagaimana perubahan jumlah penduduk akibat konflik pada periode 1945–1949 mempengaruhi dinamika sosial dan ekonomi nasional. Setelah Indonesia memasuki masa damai pada 1950-an, angka pernikahan dan fertilitas meningkat pesat, menyebabkan lonjakan kebutuhan pangan. Dua dekade kemudian, ledakan jumlah tenaga kerja pada 1970-an menuntut pemerintah untuk merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang berbasis pada data. “Itu baru salah satu contoh kecil dari bagaimana statistik demografi berperan dalam perencanaan jangka panjang,” ujarnya.


Dalam kesempatan ini, Sonny juga meluruskan isu yang belakangan mencuat terkait perbedaan garis kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia. Ia menjelaskan bahwa perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan tujuan metodologi. Garis kemiskinan Bank Dunia bertujuan untuk perbandingan antarnegara, sementara garis kemiskinan BPS dirancang untuk kebutuhan perencanaan kebijakan nasional. Bahkan, Bank Dunia dalam pernyataannya menyarankan pemerintah Indonesia untuk tetap menggunakan data dari BPS dalam penyusunan program-program pengentasan kemiskinan.

Kegiatan kuliah umum ini menjadi salah satu upaya BPS dalam meningkatkan literasi statistik di kalangan akademisi, serta memperkuat sinergi antara lembaga statistik dan dunia pendidikan dalam mendukung pembangunan nasional berbasis data.

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik(BPS - Statistics Indonesia)

Jl. Dr. Sutomo 6-8

Jakarta 10710 Indonesia

Telp (62-21) 3841195; 3842508; 3810291

Faks (62-21) 3857046

Mailbox : [email protected]

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik