BADAN PUSAT STATISTIK

 
  1. Indeks Harga Produsen (IHP)

  2. Indeks Harga Produsen (IHP)
    Indeks Harga Produsen (IHP) adalah angka indeks yang menggambarkan tingkat perubahan harga ditingkat produsen. Pengguna data dapat memanfaatkan perkembangan harga produsen sebagai indikator dini harga grosir maupun harga eceran. Selain itu juga dapat digunakan untuk membantu penyusunan neraca ekonomi (PDB/PDRB), distribusi barang, margin perdagangan, dan sebagainya.

    Inflasi / Deflasi Produsen
    Angka persentase perubahan indeks harga produsen yang menggambarkan kenaikan atau penurunan harga barang maupun jasa secara umum ditingkat produsen.

    Harga Dasar
    Harga yang diterima oleh produsen dari pembeli untuk suatu barang atau jasa yang diproduksi. Atau harga pembelian dikurangi semua pajak ditambah semua subsidi yang diterima. Harga tidak termasuk semua biaya transport. Harga Dasar = Harga Pembelian– pajak nilai tambah – pajak produksi + subsidi

    Harga Produsen
    Harga yang diterima oleh produsen dari pembeli untuk suatu barang atau jasa yang diproduksi. Atau harga pembelian dikurangi pajak nilai tambah. Harga tidak termasuk semua biaya transport. Harga Dasar = Harga Pembelian– pajak nilai tambah

  3. Harga Produsen Gabah

  4. Gabah
    Bulir buah hasil tanaman padi (Oryza Sativa Linaeus) yang telah dilepaskan dari tangkainya dengan cara dirontokkan.

    Harga di Tingkat Petani
    Harga yang disepakati pada waktu terjadinya transaksi antara petani dengan pedagang pengumpul/tengkulak/pihak penggilingan yang ditemukan pada hari dilaksanakannya observasi dengan kualitas apa adanya, sebelum dikenakan ongkos angkut pasca panen. Harga di Tingkat Penggilingan Harga di tingkat petani ditambah dengan besarnya biaya ke penggilingan terdekat (termasuk biaya bongkar/muat dan sewa kendaraan) ditambah ongkos lainnya (retribusi,konsumsi, dsb).

    Harga Pembelian Pemerintah (HPP)
    Harga minimal yang harus dibayarkan pihak penggilingan kepada petani sesuai dengan kualitas gabah sebagaimana yang telah ditetapkan Pemerintah. Penetapan harga dilakukan secara kolektif antara Departemen Pertanian, Menko Bidang Perekonomian, dan Bulog.

    Gabah Kering Giling (GKG)
    Gabah yang mengandung kadar air maksimum sebesar 14,0 persen dan hampa/kotoran maksimum 3,0 persen.

    Gabah Kering Panen (GKP)
    Gabah yang mengandung kadar air maksimum sebesar 25,0 persen dan hampa/kotoran maksimum 10,0 persen.

    Kadar Air (KA)
    Jumlah kandungan air dalam butir gabah yang dinyatakan dalam persentase dari berat basah.

    Kadar Hampa/Kotoran
    Jumlah kandungan butir hampa dan kotoran dalam butir gabah yang dinyatakan dalam persentase.

    Butir Hampa
    Butir gabah yang tidak berkembang secara sempurna akibat serangan hama, penyakit, atau sebab lain sehingga tidak berisi butir beras meskipun kedua tungkup sekamnya tertutup ataupun terbuka. Butir gabah setengah hampa tergolong dalam butir hampa.

    Kotoran
    Segala benda asing yang tidak tergolong bagian dari gabah, misalnya debu, butiran tanah, butiran pasir, batu kerikil, potongan kayu, potongan logam, tangkai padi, biji bijian lain, bangkai serangga, dan lain sebagainya. Termasuk dalam kategori kotoran adalah butiran gabah yang telah terkelupas (beras pecah kulit) dan gabah patah.
  1. Indeks Harga Produsen (IHP) Indonesia

  2. Dalam penyusunan Indeks Harga Produsen (IHP), BPS menggunakan konsep Harga Produsen. Hal tersebutdimaksudkan agar data yang disajikan dapat dimanfaatkan secara luas oleh berbagai instansi, institusi, pengguna data lainnya maupun masyarakat secara umum. Sesuai dengan Manual Producer Price Index (PPI), penghitungan IHP yang ideal dirancang menurut tingkatan produksi - Stage of Production (SoP), yakni produk awal, produk antara, dan produk akhir. Namun IHP (2010=100) yang disajikan BPS baru mencakup produk akhir. Tahun dasar yang digunakan untuk menghitung IHP adalah 2010=100. Hal ini berkaitan dengan sumber data yang digunakan untuk menyusun diagram timbang yaitu Tabel Input-Output 2010 Updating.

    Data IHP (2010=100) disajikan BPS secara triwulanan, dan baru sampai tingkat/level nasional. Indeks yang dihasilkan terdiri dari indeks sektor pertanian, indeks sektor pertambangan dan penggalian, dan indeks sektor industri pengolahan. Selain indeks sektoral, juga disajikan indeks gabungan dari ketiga sektor tersebut. Jumlah komoditas/produk yang masuk dalam paket komoditas IHP sebanyak 238 komoditas, dengan pemilihan komoditas menggunakan kriteria cut off point.

    Harga yang digunakan untuk menghitung IHP (2010) bersumber dari Survei yang dilaksanakan BPS dan data sekunder. Pengumpulan harga dilakukan setiap bulan (tanggal 1-15) dengan jumlah sampel responden 4.686 perusahaan. Penghitungan IHP Indonesia menggunakan formula Modified Laspeyres.

  3. Harga Produsen Gabah

  4. Sumber Data
    Sumber data yang digunakan berasal dari hasil Survei Monitoring Harga Produsen Gabah yang dilakukan secara rutin baik mingguan (saat panen raya) maupun bulanan.

    Ruang lingkup dan Metode Pengumpulan Data
    Pemantauan harga produsen gabah dilaksanakan di 25 provinsi (kecuali Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara). Wilayah pencacahan mencakup 335 kecamatan sampel, terdiri dari 244 kecamatan sampel tetap (fix sample) dan 91 sampel berpindah-pindah (mobile sample).

    Pencatatan dilakukan dengan 2 (dua) dua sistem pendekatan, yakni periode mingguan dan bulanan. Pencatatan periode mingguan dilakukan jika terjadi panen raya pada wilayah sampel terpilih. Musim panen raya memberikan indikasi bahwa produksi padi berlimpah yang diikuti oleh banyaknya transaksi penjualan gabah oleh petani. Informasi mengenai terjadinya panen raya biasanya didasarkan pada laporan petugas tingkat kecamatan. Pencatatan periode bulanan dilakukan tiap tanggal 10-15 tiap bulan, yang diterapkan saat panen raya berakhir.

    Kriteria kecamatan terpilih adalah kecamatan yang memiliki luas panen yang cukup besar dan memiliki kelebihan produksi yang dapat dijual (marketable surplus) paling besar dibandingkan kecamatan lainnya. Dalam satu kecamatan, dipilih 3 (tiga) responden yang berasal dari desa berbeda.

    Responden adalah petani sebagai produsen padi yang cukup besar menurut ukuran setempat (tiga - lima petani ) yang memiliki volume penjualan terbesar di antara petani lain di sekitarnya. Pencatatan data harga dilakukan pada saat terjadinya transaksi penjualan gabah dengan kualitas apa adanya.

Harga Produsen

Indeks Harga Produsen (IHP) dan Angka Inflasi Produsen Indonesia, 2010-2013   (hit=53)
Jumlah Observasi dan Persentase Harga Gabah di Bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), 2008-2014   (hit=2528)
Rata-rata Harga Gabah (Rp/Kg) menurut Provinsi dan Kualitas, 2008-2012   (hit=2977)
Rata-rata Harga Gabah menurut Kualitas, Komponen Mutu dan HPP di Tingkat Penggilingan di Indonesia, 2008-2014   (hit=13992)
Rata-rata Harga Gabah Menurut Kualitas, Komponen Mutu dan HPP di Tingkat Petani di Indonesia, 2008-2014   (hit=2864)
Jumlah Kasus Harga Gabah di Bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Menurut Provinsi dan Kualitas, 2008   (hit=1875)
Jumlah Kasus Harga Gabah di Bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Menurut Provinsi dan Kualitas, 2009-2012   (hit=1849)
Rata-rata Harga Gabah (Rp/Kg) menurut Provinsi dan Kualitas, 2013   (hit=1054)
Jumlah Kasus Harga Gabah di Bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP)* Menurut Provinsi dan Kualitas, 2013   (hit=779)
Indeks Harga Produsen (IHP) dan Angka Inflasi Produsen Indonesia (2010 = 100)   (hit=1012)
Indeks Harga Produsen (IHP) dan Angka Inflasi Produsen Indonesia (2010 = 100) Menurut Sektor dan Subsektor Triwulan I 2013 - Triwulan I 2014   (hit=777)
Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan HPP di Tingkat Petani dan Tingkat Penggilingan (rupiah/kg)   (hit=205)
Rata-Rata Harga Gabah Menurut Provinsi dan Kelompok Kualitas di Tingkat Petani (rupiah/kg)   (hit=260)
Rata-Rata Harga Gabah Menurut Provinsi dan Kelompok Kualitas di Tingkat Penggilingan (rupiah/kg)   (hit=198)
Indeks Kedalaman Harga Gabah yang Berada di Bawah HPP, Januari-Desember    (hit=194)
Indeks Keparahan Harga Gabah yang Berada di Bawah HPP, Januari-Desember    (hit=199)
| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |
Cari Istilah
Istilah Statistik

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 Indonesia, Telp (021) 3841195, 3842508, 3810291, Faks (021) 3857046,


Best viewed in Mozila Firefox 4.0 or above and Google Chrome 8.0 or above, resolution 1024x768 or above
Copyright © 2012 Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
All Rights Reserved

 
statcap