BADAN PUSAT STATISTIK

 
KONSEP DAN DEFINISI
  1. Konstruksi
    Konstruksi adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/kons­truksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukan­nya. Hasil kegiatan antara lain: gedung, jalan, jembatan, rel dan jembatan kereta api, terowongan, bangun­an air dan drainase, bangunan sanitasi, bandara, jaringan listrik dan telekomunikasi, dan lain-lain.
  2. Perusahaan
    Perusahaan adalah suatu badan yang melakukan kegiatan ekonomi, ber­tujuan menghasilkan barang/ja­sa, ter­letak di suatu bangunan fisik pada lokasi tertentu, dan mempunyai catatan admi­nistrasi ter­sendiri. Badan usaha per­usahan konstruksi dapat berbentuk PT(Persero), NV­/PT, CV, Firma, Koperasi, dan lainnya.
  3. Jaringan Perusahaan Konstruksi
    1. Tunggal
      Adalah perusahaan yang berdiri sendiri, tidak mempunyai cabang di tempat lain dan pengelolaan seluruh kegiatan dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Istilah lain dari perusahaan tunggal adalah perusahaan tanpa cabang.
    2. Kantor Pusat/Induk
      1. Kantor pusat adalah perusahaan yang mempunyai cabang/perwakilan/unit pembantu di tempat lain, yang secara administratif melakukan pengkoordinasian kegiatan dan pengawasan terhadap seluruh perusahaan cabang/perwakilan/unit pembantu (divisi).
      2. Cabang adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang diperbolehkan menjalankan semua jenis kegiatan dari kegiatan ekonomi yang secara struktural berada di atasnya dan menyelenggarakan tata usaha/pembukuan sendiri tetapi dalam mengatur usahanya tetap mengacu pada segala ketentuan yang diberikan oleh kantor pusat.
      3. Perwakilan adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang dalam melakukan kegiatannya berdasarkan petunjuk dan aturan yang telah ditetapkan dan merupakan kepanjangan tangan dari unit kegiatan ekonomi (perusahaan) yang secara struktural berada di atasnya/kantor pusat.
      4. Unit pembantu (divisi) adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang dalam kegiatannya membantu keperluan unit kegiatan ekonomi yang berada di atasnya, baik kantor pusat, cabang maupun perwakilan. Unit pembantu (divisi) pada umumnya tidak mempunyai kewenangan.
  4. Kode Identitas Perusahaan (KIP)
    Kode Identitas Perusahaan: adalah Kode yang diberikan oleh BPS RI secara unik untuk mengidentifikasi perusahaan di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. KIP ini terdiri dari 9 (sembilan) digit dimana digit 1-2 merupakan kode provinsi, digit 3-4 merupakan kode kabupaten/kota dan digit 5-9 merupakan nomor urut perusahaan di kabupaten/kota yang bersangkutan.
  5. Nomor Registrasi Badan Usaha (NRBU)
    Nomor Registrasi Badan Usaha: adalah nomor yang ditetapkan oleh LPJK Nasional yang dicantumkan pada Sertifikat Badan Usaha (SBU) sebagai bukti telah dicatatnya Sertifikat di dalam Sistem Teknologi Informasi (STI) LPJKN. NRBU ini terdiri dari 17 digit dimana masing-masing digit mempunyai arti tersendiri seperti pada lampiran 1. NRBU ini tetap berlaku sepanjang Badan Usaha tersebut melakukan registrasi ulang dan NRBU ini akan dicabut dan tidak dapat digunakan lagi bilamana badan usaha tersebut selama 2 (dua) tahun berturut-turut tidak melakukan registrasi ulang.
  6. Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
    Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia merupakan klasifikasi baku ekonomi yang terdapat di Indonesia, yang dirinci menurut kategori. KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal.
  7. Bidang Pekerjaan Utama
    Merupakan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. Penggolongan ini diberi kode satu digit dengan kode alphabet. Dalam KBLI seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia digolongkan menjadi 21 kategori. Kategori-kategori tersebut diberi kode huruf dari A sampai dengan U. Dalam hal ini untuk kategori Konstruksi diberi kode F yang terdiri dari:
    1. Konstruksi Gedung (KBLI 2009, 41...)
      Golongan pokok ini mencakup kegiatan konstruksi umum berbagai macam gedung/bangunan, termasuk pembangunan gedung baru, perbaikan gedung, penambahan dan renovasi bangunan, pendirian bangunan atau struktur prafabrikasi pada lokasi dan konstruksi yang bersifat sementara. Golongan pokok ini juga mencakup konstruksi bangunan tempat tinggal, gedung perkantoran, pertokoan, sarana dan prasarana umum lainnya, termasuk bangunan pertanian dan lain-lain. Kegiatan konstruksi bangunan dimungkinkan untuk disubkontrakkan sebagian atau seluruhnya.
    2. Konstruksi Bangunan Sipil (KBLI 2009, 42...)
      Golongan pokok ini mencakup kegiatan konstruksi umum bangunan sipil, baik bangunan baru, perbaikan bangunan, penambahan bangunan dan perubahan bangunan, pendirian bangunan/struktur prafabrikasi pada lokasi proyek dan konstruksi yang bersifat sementara. Golongan pokok ini juga mencakup kegiatan konstruksi berat seperti fasilitas industri, proyek infrastruktur dan sarana umum, sistem pembuangan dan irigasi, saluran pipa dan jaringan listrik, fasilitas olahraga di tempat terbuka dan lain-lain. Sebagian atau keseluruhan pengerjaan dapat dilakukan atas biaya sendiri, berdasarkan balas jasa/kontrak.
    3. Konstruksi Khusus (KBLI 2009, 43...)
      Golongan pokok ini mencakup kegiatan konstruksi khusus (yang berhubungan dengan keahlian khusus), biasanya khusus pada satu aspek umum untuk struktur yang berbeda, yang membutuhkan peralatan atau ketrampilan khusus dan lebih banyak dilakukan berdasarkan subkontrak. Golongan pokok ini juga mencakup kegiatan penyelesaian gedung, instalasi berbagai macam keperluan yang membuat bangunan berfungsi seperti pipa-pipa ledeng, pemanas, pendingin ruangan (AC), sitem alarm dan pekerjaan listrik lainnya, sistem penyiraman, lift dan tangga berjalan dan lain-lain. Termasuk juga kegiatan instalasi dan perbaikan sistem penerangan dan pemberian tanda isyarat untuk jalan raya, rel kereta api, bandar udara, pelabuhan, dan lain-lain. Kegiatan penyelesaian bangunan dan perbaikan meliputi kegiatan yang memberikan kontribusi untuk penyelesaian akhir suatu konstruksi.
  8. Sertifikat
    Sertifikat adalah tanda bukti pengakuan formal tingkat kompetensi usaha jasa pelaksana konstruksi sebagai perwujudan hasil registrasi, baik yang berbentuk orang perseorangan maupun badan usaha.
  9. Kualifikasi Perusahaan
    Kualifikasi Perusahaan adalah penggolongan perusahaan konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi kemampuan usaha, yang selanjutnya dibagi menurut kemampuan malaksanakan pekerjaan berdasarkan kriteria risiko, dan/atau kriteria penggunaan teknologi, dan/atau kriteria besaran biaya.
    Penggolongan Kualifikasi ini dapat dibagi atas 7 (tujuh) jenjang kompetensinya dalam Gred, yaitu:
    1. B (Besar)
      : Gred 7 dan Gred 6
    2. M (Menengah)
      : Gred 5
    3. K (Kecil )
      : Gred 4 ; Gred 3 dan Gred 2
    4. Perorangan
      : Gred 1
    Penggolongan Kualifikasi Perusahaan
  10. Pekerja
    Pekerja adalah semua orang yang pada saat pencacahan bekerja di pe­r­­­­­­­usahaan, baik pekerja teknik maupun pekerja non teknik. Pekerja Tetap dapat dibagi atas pekerja lapangan dan pekerja di kantor. Dalam hal ini pekerja dapat juga di klasifikasikan sebagai pekerja yang telah mempunyai sertifikat dan yang tidak mempunyai sertifikat.
    1. Pekerja Tetap adalah tenaga kerja yang secara administrasi tercatat sebagai pekerja tetap dan biasanya memperoleh gaji bulanan secara tetap dari perusahaan sepanjang tahun.
    2. Pekerja Harian Lepas adalah pekerja pada pekerjaan konstruksi yang dikerjakan, dan hanya bekerja selama pekerjaan tersebut masih berjalan. Pekerja ini biasanya dibayar atas dasar upah harian. Contoh: mandor, (kepala tukang), tukang batu, tukang kayu, kenek bangunan, dsb.
    3. Pekerja pada Lokasi Pekerjaan adalah pekerja yang bertugas menangani bidang pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional konstruksi di lapangan. Seperti; arsitek, mandor, tukang, dan sebagainya.
    4. Pekerja Kantor adalah pekerja yang menangani administrasi, kepegawaian, dan umum yang biasanya bertugas di kantor.
    5. Pekerja Terampil adalah pekerja yang memiliki Sertifikat Keterampilan Kerja (SKT-K) sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau kefungsian dan/atau keterampilan tertentu.
    6. Jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah tingkat pendidikan tertinggi yang pada saat pencacahan telah diselesaikan/ditamatkan.
  11. Balas jasa/Upah Pekerja
    Balas Jasa pekerja adalah balas jasa kepada semua pekerja yang ikut dalam kegiatan usaha, baik dalam bentuk uang maupun barang/jasa (natura). Balas jasa pekerja yang berbentuk barang/jasa dinilai atas dasar harga pasar pada saat penyerahan barang tersebut.
    1. Upah/gaji adalah balas jasa perusahaan untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah dan gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan.
    2. Upah lembur adalah upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa.
    3. Hadiah, bonus, dan sejenisnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja karena prestasi pekerja kepada perusahaan.
    4. Hadiah adalah pengeluaran perusahaan berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja karena prestasi pekerja.
    5. Bonus adalah hadiah yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan mengalami kemajuan atau peningkatan keuntungan yang biasanya dibayarkan setahun sekali.
    6. Asuransi pekerja yang dimaksud adalah pengeluaran perusahaan/usaha yang dibayarkan secara teratur kepada yayasan/lembaga penyelenggara asuransi atas nama pekerja, yang terdiri dari: asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi jiwa.
    7. Upah pekerja harian lepas adalah nilai upah yang dibayarkan perusahaan kepada pekerja harian lepas yang bekerja pada pekerjaan konstruksi.
  12. Nilai Pekerjaan Konstruksi
    Nilai pekerjaan konstruksi adalah nilai pekerjaan dikurangi nilai pekerjaan yang disubkontrakkan dikalikan realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan.
    NK
    = (NP – NS) x % NR
    NK
    = Nilai pekerjaan konstruksi
    NP
    = Nilai proyek
    NS
    = Nilai pekerjaan yang disubkontrakkan
    % NR
    = Persentase realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan.
    % NR didapat dari persentase pekerjaan yang diselesaikan akhir periode survei dikurangi persentase pekerjaan di awal periode survei.
  13. Nilai Pemakaian Bahan/Material
    Nilai pemakaian bahan/material adalah seluruh nilai bahan/material yang dipakai untuk setiap pekerjaan selama tahun 2012 baik yang disediakan perusahaan maupun yang disediakan pemilik pekerjaan. Bahan/material yang disediakan perusahaan dicatat di pengeluaran sedangkan bahan/material yang disediakan pemilik dicatat pada pendapatan perusahaan.
  14. Nilai dari pendapatan lainnya
    Nilai dari pendapatan lainnya adalah pendapatan yang diperoleh selain dari pendapatan utama usaha konstruksi, seperti: jasa desain gambar, konsultan, penggunaan modal jasa konstruksi, sewa tanah, sewa bangunan, sewa peralatan konstruksi, sewa alat berat konstruksi, dari bunga, deviden, hak cipta, dan kegiatan lainnya.
  15. Pengeluaran usaha
    Pengeluaran usaha adalah seluruh jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan/pengusaha. Pengeluaran dibedakan menurut biaya khusus dan biaya umum.
    1. Biaya khusus kegiatan konstruksi
      Biaya khusus kegiatan konstruksi adalah pengeluaran yang khusus dan berhubungan langsung terhadap output/ konstruksi yang dihasilkan. Biasanya pengeluaran ini mempunyai peran/kontribusi nilai yang paling besar dibandingkan pengeluaran lainnya, biaya khusus dalam konstruksi adalah biaya bahan/material yang digunakan selama tahun 2012 oleh setiap pekerjaan.
      Biaya bahan/material yang digunakan dan dicatat di pengeluaran adalah biaya bahan/material yang disediakan oleh perusahan, sedangkan biaya bahan/material yang disediakan pemilik dicatat pada pendapatan perusahaan.
    2. Biaya Umum kegiatan konstruksi
      Biaya umum adalah pengeluaran yang bersifat umum yang tujuannya untuk menunjang pengeluaran langsung/ utama. Pengeluaran ini biasanya hampir terjadi di seluruh kegiatan ekonomi. Biaya umum mencakup:
      1. Alat tulis dan keperluan kantor adalah biaya semua alat tulis dan keperluan kantor yang habis dipakai seperti kertas, spidol, pensil, tinta printer, karbon, pita mesin tik, map dan kapur.
      2. Ongkos pemeliharaan barang modal dan pembelian suku cadang adalah biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal (gedung dan bangunan, kendaraan bermotor, alat-alat berat, mesin dan peralatan kantor, inventaris kantor lainnya) yang dilakukan baik oleh perusahaan sendiri maupun oleh pihak lain dan bukan dalam rangka pembentukan barang modal.
      3. Pos dan telekomunikasi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan atas penggunaan jasa pos dan telekomunikasi, seperti: pengiriman surat/paket, telepon, telegram dan teleks.
      4. Jasa angkutan dan pergudangan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan atas penggunaan jasa angkutan dan pergudangan, seperti: pengangkutan/ pengiriman material konstruksi dan alat berat kons-truksi oleh pihak lain. Tidak termasuk pengangkutan/pengiriman material konstruksi dan alat berat konstruksi oleh kendaraan milik perusahaan karena besarnya nilai bensin/solar sudah tercakup dalam pemakaian bahan bakar.
      5. Sewa tanah/lahan adalah biaya yang dikeluarkan untuk sewa tanah yang digunakan untuk usaha konstruksi. Jika sewa tanah/lahan digunakan untuk kegiatan selain usaha konstruksi, maka besarnya sewa untuk tanah/lahan yang dihitung hanya sewa tanah/lahan yang digunakan untuk usaha konstruksi saja, tidak termasuk kegiatan lainnya.
      6. Sewa bangunan/gedung adalah biaya yang dikeluarkan untuk sewa bangunan/gedung yang digunakan untuk usaha konstruksi. Apabila bangunan yang disewa digunakan untuk kegiatan usaha konstruksi dan rumahtangga, maka besarnya sewa untuk bangunan yang dihitung hanya sewa bangunan yang digunakan untuk usaha saja, tidak termasuk kegiatan rumahtangga.
      7. Sewa alat adalah biaya yang dikeluarkan untuk sewa alat yang digunakan untuk usaha konstruksi.
      8. Asuransi (selain asuransi pekerja) adalah pengeluaran perusahaan/usaha yang dibayarkan kepada yayasan/ lembaga penyelenggara asuransi untuk barang modal yang dimiliki perusahaan, seperti: asuransi kendaraan, peralatan berat, gedung, dan lainnya.
      9. Promosi adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperkenalkan hasil produk perusahaan konstruksi dengan cara-cara yang khas, baik yang dikerjakan sendiri ataupun pihak lain.
      10. Air bersih adalah nilai pemakaian air yang dibeli dari perusahaan air minum/pengelola air minum ataupun pihak lain dan dipergunakan untuk usaha konstruksi.
      11. Bunga atas pinjaman adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan/usaha kepada pihak bank untuk membayar bunga pinjaman perusahaan tersebut kepada pihak bank yang bersangkutan.
      12. Pajak tidak langsung
      13. Biaya penelitian dan pengembangan (R & D)
      14. Lainnya adalah biaya yang dikeluarkan selain yang tersebut di atas.
    3. Bahan/material yang digunakan hanya pada Pekerjaan Utama
      Bahan/material yang digunakan hanya pada pekerjaan utama adalah jumlah biaya bahan/material yang digunakan hanya pada pekerjaan utama yang dimulai dan diselesaikan pada tahun 2011.
  16. Biaya listrik
    Biaya listrik adalah nilai seluruh pemakaian listrik untuk penerangan, menjalankan mesin, dan keperluan lainnya yang dibeli dan dipergunakan untuk usaha konstruksi.
  17. Biaya bahan bakar dan pelumas
    Biaya bahan bakar dan pelumas adalah nilai seluruh pemakaian bahan bakar dan minyak pelumas yang digunakan untuk alat transportasi, alat berat konstruksi, peralatan konstruksi, mesin pembangkit listrik, dan lain-lain untuk keperluan perusahaan konstruksi, seperti: bensin, solar, minyak diesel, LPG, gas kota, pelumas, dan minyak tanah.
  18. Modal
    Modal adalah harta yang digunakan dalam suatu proses produksi (sebagai suatu usaha ekonomi) yang biasa menghasilkan pendapatan.
    Modal dibedakan menjadi:
    1. Modal kerja adalah modal lancar yang meliputi seluruh uang tunai dan barang-barang produksi/barang dagangan yang digunakan untuk keperluan usaha yang dimiliki atau yang dikelola, seperti: uang tunai dan persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha.
    2. Barang modal tetap adalah peralatan dan perlengkapan usaha seperti: mesin, kendaraan, tanah, alat-alat berat konstruksi, peralatan konstruksi, gedung, meja, kursi, lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun, digunakan sebagai sarana/alat usaha.
      Barang modal tetap dibedakan menjadi:
      1. Tanah/lahan adalah tanah/lahan yang digunakan untuk usaha.
      2. Bangunan adalah bangunan yang digunakan untuk usaha, bangunan yang digunakan selain untuk usaha konstruksi (tercampur dengan rumah tangga/usaha lain) maka nilainya tidak perlu diperkirakan.
      3. Alat berat/mesin konstruksi adalah alat berat/mesin yang digunakan dalam kegiatan konstruksi.
      4. Kendaraan adalah alat yang berfungsi untuk mengangkut/ memindahkan barang maupun penumpang, baik kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang digunakan untuk usaha.
      5. Barang modal lainnya adalah barang modal tetap selain yang disebutkkan di atas.
    3. Barang Modal Menurut Keadaannya
      Menurut keadaan barang modal dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
      1. Barang modal baru adalah barang modal yang belum pernah digunakan di dalam negeri. Barang modal yang pernah digunakan di luar negeri lalu diimpor dan belum pernah digunakan di dalam negeri dikategorikan sebagai barang modal baru.
      2. Barang modal bekas dalam negeri adalah barang modal yang sudah/pernah digunakan di dalam negeri.
    4. Pembuatan/Perbaikan Besar Barang Modal
      Menurut pelakunya, pembuatan/perbaikan besar barang modal dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
      1. Pembuatan/perbaikan besar barang modal yang dikerjakan oleh pihak lain adalah pembuatan/ perbaikan yang dapat menambah/menaikan kapasitas dan umur barang modal dimana pengerjaan serta keperluan bahan-bahan menjadi tanggung jawab pihak lain yang mengerjakan.
      2. Pembuatan/perbaikan besar barang modal yang dikerjakan sendiri adalah pembuatan/perbaikan yang dapat menambah/menaikan kapasitas dan umur barang modal dimana pengerjaan serta keperluan bahan-bahan dilakukan sendiri oleh perusahaan.
    5. Penjualan/pengurangan barang modal bekas adalah penjualan/pengurangan barang modal yang dimiliki dan pernah dipakai oleh perusahaan ini kemudian dijual kepada pihak lain.
    6. Penyusutan nilai barang modal tetap adalah pengurangan nilai suatu barang modal disebabkan karena pemakaian atau waktu, yang dinilai setiap tahun sehingga pada suatu saat tertentu nilai bukunya menjadi nol.
    7. Penilaian Barang Modal Tetap
      1. Barang modal tetap dinilai berdasarkan pembelian yang sesungguhnya pada saat terjadi transaksi/frangko gudang (at delivered price), termasuk ongkos pemasangan dan biaya-biaya yang berhubungan dengan pembelian seperti komisi dan pajak, sampai dengan barang modal tersebut siap digunakan (ready for use) oleh pemesan. Barang modal tetap yang diperoleh dari hibah dihitung/dicatat berdasarkan harga pasar.
      2. Nilai barang modal adalah nilai kumulatif atas adanya efek penambahan atau pengurangan nilai barang modal.
      3. Catatan
        1. Untuk barang modal yang pembuatannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun seperti pembangunan gedung, maka nilai yang dicatat hanya nilai yang benar-benar telah diinvestasikan selama referensi waktu survei.
        2. Barang modal hasil produksi sendiri dinilai menurut harga pasar. Bila harga pasar untuk barang modal tersebut tidak tersedia, maka penilaiannya berdasarkan seluruh biaya yang telah dikeluarkan termasuk nilai tenaga kerja sendiri. Contoh: pembangunan gedung kantor perusahaan konstruksi yang dikerjakan sendiri oleh perusahaan tersebut merupakan barang modal hasil produksi sendiri.
        3. Barang modal yang dibeli secara kredit dinilai berdasarkan harga pasar pada saat barang modal tersebut siap digunakan, termasuk biaya yang dikeluarkan berhubungan pemasangan barang modal dilokasi produksi. Bunga yang dikeluarkan perusahaan/usaha atas kredit barang modal ini tidak perlu dimasukkan ke dalam nilai barang modal tersebut.
        4. Barang modal tetap yang terbakar/hilang adalah merupakan pengurangan barang modal tetap dan penilaiannya berdasarkan nilai transaksi yang terjadi apabila barang modal tersebut dijual.
        5. Apabila perusahaan mengangkut sendiri barang modal yang dibelinya maka pengeluarannya untuk pengangkutan tersebut dimasukkan sebagai pengeluaran barang modal.
        6. `

KONSEP DAN DEFINISI

 

1.      Konstruksi

Konstruksi adalah  suatu  kegiatan  yang hasil akhirnya berupa bangunan/kons­truksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukan­nya. Hasil kegiatan antara lain: gedung, jalan, jembatan, rel dan jembatan kereta api, terowongan, bangun­an air dan drainase, bangunan sanitasi, bandara, jaringan listrik dan telekomunikasi, dan lain-lain.

 

2.      Perusahaan

Perusahaan adalah suatu badan yang melakukan kegiatan ekonomi, ber­tujuan menghasilkan barang/ja­sa, ter­letak di suatu bangunan fisik pada lokasi tertentu, dan mempunyai catatan admi­nistrasi ter­sendiri. Badan usaha per­usahan konstruksi dapat berbentuk PT(Persero), NV­/PT, CV, Firma, Koperasi, dan lainnya.

 

3.        Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia merupakan klasifikasi baku ekonomi yang terdapat di Indonesia, yang dirinci menurut kategori. KBLI hanya mengelompokkan unit produksi menurut kegiatan ekonomi, tidak membedakan unit produksi menurut kepemilikan, jenis badan hukum, formal atau informal.

4.        Bidang Pekerjaan Utama

Merupakan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. Penggolongan ini diberi kode satu digit dengan kode alphabet. Dalam KBLI seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia digolongkan menjadi 21 kategori. Kategori-kategori tersebut diberi kode huruf dari A sampai dengan U. Dalam hal ini untuk kategori Konstruksi diberi kode F yang terdiri dari:

a.    Konstruksi  Gedung (KBLI 2009, 41...)

      Golongan  pokok ini  mencakup kegiatan konstruksi umum berbagai macam gedung/bangunan, termasuk pembangunan gedung baru, perbaikan gedung, penambahan dan renovasi bangunan, pendirian bangunan atau struktur prafabrikasi pada lokasi dan konstruksi yang bersifat sementara. Golongan pokok ini juga mencakup konstruksi bangunan tempat tinggal, gedung perkantoran, pertokoan, sarana dan prasarana umum lainnya, termasuk bangunan pertanian dan lain-lain. Kegiatan konstruksi bangunan dimungkinkan untuk disubkontrakkan sebagian atau seluruhnya.

 

b.  Konstruksi Bangunan Sipil (KBLI 2009, 42...)

      Golongan pokok ini mencakup  kegiatan konstruksi umum bangunan sipil, baik bangunan baru, perbaikan bangunan, penambahan bangunan dan perubahan bangunan, pendirian bangunan/struktur prafabrikasi pada lokasi proyek dan konstruksi yang bersifat sementara. Golongan pokok ini juga mencakup kegiatan konstruksi berat seperti fasilitas industri, proyek infrastruktur dan sarana umum, sistem pembuangan dan irigasi, saluran pipa dan jaringan listrik, fasilitas olahraga di tempat terbuka dan lain-lain. Sebagian atau keseluruhan pengerjaan dapat dilakukan atas biaya sendiri, berdasarkan balas jasa/kontrak.

 

a.    Konstruksi Khusus (KBLI 2009, 43...)

      Golongan pokok ini mencakup  kegiatan konstruksi khusus (yang berhubungan dengan keahlian khusus), biasanya khusus pada satu aspek umum untuk struktur yang berbeda, yang membutuhkan peralatan atau ketrampilan khusus dan lebih banyak dilakukan berdasarkan subkontrak. Golongan pokok ini juga mencakup kegiatan penyelesaian gedung, instalasi berbagai macam keperluan yang membuat bangunan berfungsi seperti pipa-pipa ledeng, pemanas, pendingin ruangan (AC), sitem alarm dan pekerjaan listrik lainnya, sistem penyiraman, lift dan tangga berjalan dan lain-lain. Termasuk juga kegiatan instalasi dan perbaikan sistem penerangan dan pemberian tanda isyarat untuk jalan raya, rel kereta api, bandar udara, pelabuhan, dan lain-lain. Kegiatan penyelesaian bangunan dan perbaikan meliputi kegiatan yang memberikan kontribusi untuk penyelesaian akhir suatu konstruksi.

 

5.        Kualifikasi Perusahaan

 

Kualifikasi Perusahaan adalah penggolongan perusahaan konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi kemampuan usaha, yang selanjutnya dibagi menurut kemampuan malaksanakan pekerjaan berdasarkan kriteria risiko, dan/atau kriteria penggunaan teknologi, dan/atau kriteria besaran biaya.

Penggolongan Kualifikasi ini dapat dibagi atas 7 (tujuh) jenjang kompetensinya dalam Gred, yaitu:

a.      B (Besar)                    : Gred 7 dan Gred 6  

b.      M (Menengah)           : Gred 5           

c.       K (Kecil )                    : Gred 4 ; Gred 3 dan Gred 2

d.      Perorangan                : Gred 1         

 

          Penggolongan Kualifikasi Perusahaan

6.             Pekerja

Pekerja adalah semua orang yang pada saat pencacahan bekerja di pe­r­­­­­­­usahaan, baik pekerja teknik maupun pekerja non teknik. Pekerja Tetap dapat dibagi atas pekerja lapangan dan pekerja di kantor. Dalam hal ini pekerja dapat juga di klasifikasikan sebagai pekerja yang telah mempunyai sertifikat dan yang tidak mempunyai sertifikat.                       

a.    Pekerja Tetap adalah tenaga kerja yang secara administrasi tercatat sebagai pekerja tetap dan biasanya memperoleh gaji bulanan secara tetap dari perusahaan sepanjang tahun.

b.   Pekerja Harian Lepas adalah pekerja pada pekerjaan konstruksi yang dikerjakan, dan hanya bekerja selama pekerjaan tersebut masih berjalan. Pekerja ini biasanya dibayar atas dasar upah harian. Contoh: mandor, (kepala tukang), tukang batu, tukang kayu, kenek bangunan, dsb.

Rounded Rectangle: Dalam menghitung banyaknya pekerja, termasuk pemilik/pengusaha yang benar-benar aktif dalam menjalankan usahanya.
Pekerja yang sedang cuti tetap dianggap sebagai pekerja pada perusahaan tersebut.
 

 

 

 

 


c.    Pekerja Terampil adalah pekerja yang memiliki Sertifikat Keterampilan Kerja (SKT-K) sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja orang perseorangan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan/atau kefungsian dan/atau keterampilan tertentu.

d.     Jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah tingkat pendidikan tertinggi yang pada saat pencacahan telah diselesaikan/ditamatkan.

 

7.             Balas jasa/Upah Pekerja

Balas Jasa pekerja adalah balas jasa kepada semua pekerja yang ikut dalam kegiatan usaha, baik dalam bentuk uang maupun barang/jasa (natura). Balas jasa pekerja yang berbentuk barang/jasa dinilai atas dasar harga pasar pada saat penyerahan barang tersebut.

a.    Upah/gaji adalah balas jasa perusahaan untuk pekerja, sebelum dikurangi pajak baik dalam bentuk  uang maupun barang. Perkiraan sewa rumah dinas, fasilitas kendaraan dan sejenisnya dimasukkan dalam upah dan gaji walaupun tidak tertulis dalam neraca (catatan) perusahaan.

b.    Upah lembur adalah upah yang diberikan/dibayarkan kepada pekerja yang bekerja di luar jam kerja biasa.

c.    Hadiah, bonus, dan sejenisnya adalah pengeluaran perusahaan/usaha berupa uang dan atau barang yang diberikan kepada pekerja karena prestasi pekerja kepada perusahaan.

d.   Hadiah adalah pengeluaran perusahaan berupa uang atau barang yang diberikan kepada pekerja karena prestasi pekerja.

e.    Bonus adalah hadiah yang diberikan perusahaan/usaha kepada pekerja dalam bentuk uang atau barang karena perusahaan mengalami kemajuan atau peningkatan keuntungan yang biasanya dibayarkan setahun sekali.

f.     Asuransi pekerja yang dimaksud adalah pengeluaran perusahaan/usaha yang dibayarkan secara teratur kepada yayasan/lembaga penyelenggara asuransi atas nama pekerja, yang terdiri dari: asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi jiwa.

g.    Upah pekerja harian lepas adalah nilai upah yang dibayarkan perusahaan kepada pekerja harian lepas yang bekerja pada pekerjaan konstruksi.

 

 

8.             Nilai Pekerjaan Konstruksi

Nilai pekerjaan konstruksi adalah nilai pekerjaan dikurangi nilai pekerjaan yang disubkontrakkan dikalikan realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan.

 

NK    = (NP – NS) x  % NR

NK    = Nilai pekerjaan konstruksi

NP     = Nilai proyek

NS     = Nilai pekerjaan yang disubkontrakkan

% NR   = Persentase realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan.

% NR didapat dari persentase pekerjaan yang diselesaikan akhir periode survei dikurangi persentase pekerjaan di awal periode survei.

 

9.             Nilai Pemakaian Bahan/Material

Nilai pemakaian bahan/material adalah seluruh nilai bahan/material yang dipakai untuk setiap pekerjaan selama tahun 2012 baik yang disediakan perusahaan maupun yang disediakan pemilik pekerjaan. Bahan/material yang disediakan perusahaan dicatat di pengeluaran sedangkan bahan/material yang disediakan pemilik dicatat pada pendapatan perusahaan.

 

10.         Nilai dari pendapatan lainnya

Nilai dari pendapatan lainnya adalah pendapatan yang diperoleh selain dari pendapatan utama usaha konstruksi, seperti: jasa desain gambar, konsultan, penggunaan modal jasa konstruksi, sewa tanah, sewa bangunan, sewa peralatan konstruksi, sewa alat berat konstruksi, dari bunga, deviden, hak cipta, dan kegiatan lainnya.

 

11.         Pengeluaran usaha

Pengeluaran usaha adalah seluruh jenis biaya yang dikeluarkan  oleh perusahaan/pengusaha. Pengeluaran dibedakan menurut biaya khusus dan biaya umum.

Rounded Rectangle: Biaya khusus kegiatan konstruksi ditanyakan pada Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan  (SKTr-2013) dan Survei Perusahaan Konstruksi Tahunan (SKTh-2012), sedangkan Biaya umum kegiatan konstruksi hanya ditanyakan pada Survei Perusahaan Konstruksi Tahunan (SKTh-2012).
 

 

 

 

 


  1. Biaya khusus kegiatan konstruksi

Biaya khusus kegiatan konstruksi adalah pengeluaran yang khusus dan berhubungan langsung terhadap output/ konstruksi yang dihasilkan. Biasanya pengeluaran ini mempunyai peran/kontribusi nilai yang paling besar dibandingkan pengeluaran lainnya, biaya khusus dalam konstruksi adalah  biaya bahan/material yang digunakan selama tahun 2012 oleh setiap pekerjaan.

Biaya bahan/material yang digunakan dan dicatat di pengeluaran adalah biaya bahan/material yang disediakan oleh perusahan, sedangkan biaya bahan/material yang disediakan pemilik dicatat pada pendapatan perusahaan.

 

  1. Biaya Umum kegiatan konstruksi

Biaya umum adalah pengeluaran yang bersifat umum yang tujuannya untuk menunjang pengeluaran langsung/ utama. Pengeluaran ini biasanya hampir terjadi di seluruh kegiatan ekonomi. Biaya umum mencakup:

                          i.      Alat tulis dan keperluan kantor adalah biaya semua alat tulis dan keperluan kantor yang habis dipakai seperti kertas, spidol, pensil, tinta printer, karbon, pita mesin tik, map dan kapur.

                        ii.      Ongkos pemeliharaan barang modal dan pembelian suku cadang  adalah biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan kecil barang modal (gedung dan bangunan, kendaraan bermotor, alat-alat berat, mesin dan peralatan kantor, inventaris kantor lainnya) yang dilakukan baik oleh perusahaan sendiri maupun oleh pihak lain dan bukan dalam rangka pembentukan barang modal.

                      iii.      Pos dan telekomunikasi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan atas penggunaan jasa pos dan telekomunikasi, seperti: pengiriman surat/paket, telepon, telegram dan teleks.

                      iv.      Jasa angkutan dan pergudangan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan atas penggunaan jasa angkutan dan pergudangan, seperti: pengangkutan/ pengiriman  material konstruksi dan alat berat kons-truksi oleh pihak lain. Tidak termasuk pengangkutan/pengiriman material konstruksi dan alat berat konstruksi oleh kendaraan milik perusahaan karena besarnya nilai bensin/solar sudah  tercakup dalam pemakaian bahan bakar.

                        v.      Sewa tanah/lahan  adalah biaya yang dikeluarkan untuk sewa tanah yang digunakan untuk usaha konstruksi. Jika sewa tanah/lahan digunakan untuk kegiatan selain usaha konstruksi, maka besarnya sewa untuk tanah/lahan yang dihitung hanya sewa tanah/lahan yang digunakan untuk usaha konstruksi saja, tidak termasuk kegiatan lainnya.

                      vi.      Sewa bangunan/gedung adalah biaya yang dikeluarkan untuk sewa bangunan/gedung yang digunakan untuk usaha konstruksi. Apabila bangunan  yang disewa digunakan untuk kegiatan usaha konstruksi dan rumahtangga, maka besarnya sewa untuk bangunan yang dihitung hanya sewa bangunan yang digunakan untuk usaha saja, tidak termasuk kegiatan rumahtangga.

                    vii.      Sewa alat adalah biaya yang dikeluarkan untuk sewa alat yang digunakan untuk usaha konstruksi.

                  viii.      Asuransi (selain asuransi pekerja) adalah pengeluaran perusahaan/usaha yang dibayarkan kepada yayasan/ lembaga penyelenggara asuransi untuk barang modal yang dimiliki perusahaan, seperti: asuransi kendaraan, peralatan berat, gedung, dan lainnya.

                      ix.      Promosi adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperkenalkan hasil produk perusahaan konstruksi  dengan cara-cara yang khas, baik yang dikerjakan sendiri ataupun pihak lain.

                        x.      Air bersih adalah nilai pemakaian air yang dibeli dari perusahaan air minum/pengelola air minum ataupun pihak lain dan dipergunakan untuk usaha konstruksi.

                      xi.      Bunga atas pinjaman adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan/usaha  kepada  pihak  bank  untuk membayar bunga pinjaman perusahaan tersebut kepada pihak bank yang bersangkutan.

                    xii.      Pajak tidak langsung

                  xiii.      Biaya penelitian dan pengembangan (R & D)

                  xiv.      Lainnya adalah biaya yang dikeluarkan selain yang tersebut di atas.

 

  1. Bahan/material yang digunakan hanya pada Pekerjaan Utama

Bahan/material yang digunakan hanya pada pekerjaan utama adalah jumlah biaya bahan/material yang digunakan hanya pada pekerjaan utama yang dimulai dan diselesaikan pada tahun 2011.

 

12.  Biaya listrik

Biaya listrik adalah nilai seluruh pemakaian listrik untuk penerangan, menjalankan mesin, dan keperluan lainnya yang dibeli dan dipergunakan untuk usaha konstruksi.

 

17. Biaya bahan bakar dan pelumas

Biaya bahan bakar dan pelumas adalah nilai seluruh pemakaian bahan bakar dan minyak pelumas yang digunakan untuk alat transportasi, alat berat konstruksi, peralatan konstruksi, mesin pembangkit listrik, dan lain-lain untuk keperluan perusahaan konstruksi, seperti: bensin, solar, minyak diesel, LPG, gas kota, pelumas, dan minyak tanah.

 

18.  Modal

Modal adalah harta yang digunakan dalam suatu proses produksi (sebagai suatu usaha ekonomi) yang biasa menghasilkan pendapatan.

 

Modal dibedakan menjadi:

 

a.   Modal kerja adalah modal lancar yang meliputi seluruh uang tunai dan barang-barang produksi/barang dagangan yang digunakan untuk keperluan usaha yang dimiliki atau yang dikelola, seperti: uang tunai dan persediaan barang-barang untuk kegiatan usaha.

b. Barang modal tetap adalah peralatan dan perlengkapan usaha seperti: mesin, kendaraan, tanah, alat-alat berat konstruksi, peralatan konstruksi, gedung, meja, kursi, lemari, dan sebagainya yang pada umumnya mempunyai umur pemakaian lebih dari setahun, digunakan sebagai sarana/alat usaha.

            Barang modal tetap dibedakan menjadi:

i.     Tanah/lahan  adalah tanah/lahan yang digunakan untuk usaha.

ii.   Bangunan adalah bangunan yang digunakan untuk usaha, bangunan yang digunakan selain untuk usaha konstruksi (tercampur dengan rumah tangga/usaha lain) maka nilainya tidak perlu diperkirakan.

iii. Alat berat/mesin konstruksi adalah alat berat/mesin yang digunakan dalam kegiatan konstruksi.

iv. Kendaraan adalah alat yang berfungsi untuk mengangkut/ memindahkan barang maupun penumpang, baik kendaraan bermotor maupun tidak bermotor yang digunakan untuk usaha.

v.   Barang modal lainnya adalah barang modal tetap selain  yang disebutkkan di atas.

 

  1. Barang Modal Menurut Keadaannya

Menurut keadaan barang modal dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

                          i.   Barang modal baru adalah barang modal yang belum pernah digunakan di dalam negeri. Barang modal yang pernah digunakan di luar negeri lalu diimpor dan belum pernah digunakan di dalam negeri dikategorikan sebagai barang modal baru.

                        ii.   Barang modal bekas dalam negeri adalah barang modal yang sudah/pernah digunakan di dalam negeri.

Rounded Rectangle: Tanah/Lahan, baik yang telah digunakan ataupun yang belum pernah digunakan dikategorikan sebagai barang modal bekas.
 

 

 


  1. Pembuatan/Perbaikan Besar Barang Modal

Menurut pelakunya, pembuatan/perbaikan besar barang modal dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

                          i.      Pembuatan/perbaikan besar barang modal yang dikerjakan oleh pihak lain adalah pembuatan/ perbaikan yang dapat menambah/menaikan kapasitas dan umur barang modal dimana pengerjaan serta keperluan bahan-bahan menjadi tanggung jawab pihak lain yang mengerjakan.

                        ii.      Pembuatan/perbaikan besar barang modal yang dikerjakan sendiri adalah pembuatan/perbaikan yang dapat menambah/menaikan kapasitas dan umur barang modal dimana pengerjaan serta keperluan bahan-bahan dilakukan sendiri oleh perusahaan.

 

  1. Penjualan/pengurangan barang modal bekas adalah penjualan/pengurangan barang modal yang dimiliki dan pernah dipakai oleh perusahaan ini kemudian dijual kepada pihak lain.

 

  1. Penyusutan nilai barang modal tetap adalah pengurangan nilai suatu barang modal disebabkan karena pemakaian atau waktu, yang dinilai setiap tahun sehingga pada suatu saat tertentu nilai bukunya menjadi nol.

 

  1. Penilaian Barang Modal Tetap

                          i.      Barang modal tetap dinilai berdasarkan pembelian yang sesungguhnya pada saat terjadi transaksi/frangko gudang (at delivered price), termasuk ongkos pemasangan dan biaya-biaya yang berhubungan dengan pembelian seperti komisi dan pajak, sampai dengan barang modal tersebut siap digunakan (ready for use) oleh pemesan. Barang modal tetap yang diperoleh dari hibah dihitung/dicatat berdasarkan harga pasar.

                        ii.      Nilai barang modal adalah nilai kumulatif atas adanya efek penambahan atau pengurangan nilai barang modal.

                      iii.      Catatan

a)      Untuk barang modal yang pembuatannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun seperti pembangunan gedung, maka nilai yang dicatat hanya nilai yang benar-benar telah diinvestasikan selama referensi waktu survei.

b)      Barang modal hasil produksi sendiri dinilai menurut harga pasar. Bila harga pasar untuk barang modal tersebut tidak tersedia, maka penilaiannya berdasarkan seluruh biaya yang telah dikeluarkan termasuk nilai tenaga kerja sendiri.  Contoh: pembangunan gedung kantor perusahaan konstruksi yang dikerjakan sendiri oleh perusahaan tersebut merupakan barang modal hasil produksi sendiri.

c)      Barang modal yang dibeli secara kredit dinilai berdasarkan harga pasar pada saat barang modal tersebut siap digunakan, termasuk biaya yang dikeluarkan berhubungan pemasangan barang modal dilokasi produksi. Bunga yang dikeluarkan perusahaan/usaha atas kredit barang modal ini tidak perlu dimasukkan ke dalam nilai barang modal tersebut.

d)     Barang modal tetap yang terbakar/hilang adalah merupakan pengurangan barang modal tetap dan penilaiannya berdasarkan nilai transaksi yang terjadi apabila barang modal tersebut dijual.

e)      Apabila perusahaan mengangkut sendiri barang modal yang dibelinya maka pengeluarannya untuk pengangkutan tersebut dimasukkan sebagai pengeluaran barang modal.

 

Konstruksi

Nilai Konstruksi Yang Diselesaikan Menurut Provinsi, 1990 - 2013* (Juta Rupiah)   (hit=9379)
Nilai Konstruksi Yang Diselesaikan Menurut Jenis Pekerjaan, 2004-2013 (Juta Rupiah)   (hit=3706)
Jumlah Perusahaan Konstruksi menurut Provinsi, 2010 - 2013   (hit=16254)
Indeks Benchmark Pekerja Tetap, Hari Orang, Balas Jasa dan Upah, serta Nilai Konstruksi  Yang Diselesaikan (2010=100), 2001-Triwulan IV 2013   (hit=3118)
Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi dan Jenis Golongan Perusahaan, 2011 dan 2012   (hit=97)
Jumlah Pekerja Tetap di Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi (orang), 2011 dan 2012   (hit=54)
Jumlah Profesi Tenaga Ahli di Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi dan Kualifikasi (orang), 2012 e   (hit=39)
Jumlah Profesi Tenaga Terampil di Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi dan Kualifikasi (orang), 2012e Sertifikat Keterampilan   (hit=43)
Jumlah Hari Orang Pekerja Harian Lepas di Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi (ribu), 2011 dan 2012   (hit=37)
Jumlah Balas Jasa Pekerja Tetap dan Upah Pekerja Harian Menurut Provinsi (juta rupiah), 2011 dan 2012   (hit=28)
Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Menurut Provinsi dan Bidang Pekerjaan (juta rupiah), 2011 dan 2012   (hit=60)
Indeks Pekerja Tetap, Hari Orang, Balas Jasa dan Upah, serta Nilai   (hit=43)
Indeks Pekerja Tetap, Hari Orang, Balas Jasa dan Upah, serta Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Menurut Provinsi (2010=100), 2011   (hit=38)
Volume, Nilai, dan Rata-Rata Harga per Unit Pembangunan Rumah oleh Perum Perumnas, 2012   (hit=55)
Banyaknya Stok Akhir Rumah 1 yang Dibangun oleh Perum Perumnas 8.12 (unit), 2012   (hit=31)
Rencana dan Realisasi Pembangunan Rumah Siap Huni (RSH) oleh Perum Perumnas (unit), 2012   (hit=39)
Ringkasan Pendapatan Bruto dan Pengeluaran Perusahaan Konstruksi (juta rupiah), 2005–2009   (hit=57)
Ringkasan Statistik Konstruksi, 2011 dan 2012   (hit=105)
| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |
Cari Istilah
Istilah Statistik

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 Indonesia, Telp (021) 3841195, 3842508, 3810291, Faks (021) 3857046,


Best viewed in Mozila Firefox 4.0 or above and Google Chrome 8.0 or above, resolution 1024x768 or above
Copyright © 2012 Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
All Rights Reserved

 
statcap