BADAN PUSAT STATISTIK

 

Rumah Tangga Biasa adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami atau tinggal bersama di sebagian atau seluruh bangunan fisik/bangunan sensus dan biasanya makan dari satu dapur. Yang dimaksud satu dapur, adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola menjadi satu. Beberapa orang yang bersama-sama mendiami satu kamar dalam satu bangunan sensus walaupun mengurus makannya sendiri-sendiri dianggap satu rumah tangga biasa.



Rumah tangga yang tidak tercakup dalam Susenas adalah:


  1. Orang yang tinggal di asrama, yaitu suatu tempat tinggal yang pengurusan kebutuhan sehari-harinya diatur oleh suatu yayasan atau badan, misalnya asrama perawat, asrama ABRI (tangsi), dan asrama karyawan/mahasiswa.
  2. Orang-orang yang tinggal di Lembaga Pemasyarakatan, Panti Asuhan dan sebagainya.
  3. Sekelompok orang yang mondok dengan makan/indekos yang berjumlah 10 orang atau lebih.


Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang pada waktu pencacahan berada di rumah tangga tersebut maupun yang sedang bepergian (tidak berniat pindah) kurang dari 6 bulan. Orang yang telah 6 bulan atau lebih tinggal di rumah tangga yang sedang dicacah atau yang telah tinggal kurang dari 6 bulan tetapi berniat menetap dianggap sebagai anggota rumah tangga dari rumah tangga yang sedang dicacah tersebut.



Tidak termasuk anggota rumah tangga yaitu orang yang telah bepergian selama 6 bulan atau lebih, atau kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah (akan meninggalkan rumah selama 6 bulan atau lebih).



Bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan baik di suatu jenjang pendidikan formal (pendidikan dasar yaitu SD/sederajat dan SMP/sederajat, pendidikan menengah yaitu SMA/sederajat dan pendidikan tinggi yaitu PT/sederajat) maupun non formal (Paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA) yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Kementerian Agama (Kemenag), instansi lainnya negeri maupun swasta



Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, meliputi SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat, SM/MA/sederajat dan PT.



Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Meliputi pendidikan kecakapan hidup (kursus), pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pra-sekolah, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan (paket A, paket B, dan paket C) serta pendidikan lainnya yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.



Tidak/belum pernah sekolah adalah tidak/belum pernah terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan, termasuk mereka yang tamat/belum tamat Taman Kanak-kanak yang tidak melanjutkan ke Sekolah Dasar.



Tamat sekolah adalah telah menyelesaikan pelajaran pada kelas/tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat/ijazah. Seorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi jika ia mengikuti ujian dan lulus maka dianggap tamat.



Angka Buta Hurufadalah proporsi penduduk usia tertentu yang tidak dapat membaca dan atau menulis huruf Latin atau huruf lainnya terhadap penduduk usia tertentu.



Angka Partisipasi Sekolah (APS): proporsi anak sekolah pada usia jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jejang pendidikan tersebut



Angka Partisipasi Murni (APM) : Proporsi anak sekolah pada satu kelompok usia tertentu yang bersekolah pada jenjang yang sesuai dengan kelompok usianya.



Angka Partisipasi Kasar (APK) : Proporsi anak sekolah pada suatu jenjang tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut



Jenjang Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan adalah jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh seseorang, yang ditandai dengan sertifikat/ijazah.



SD meliputi Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah dan sederajat.



SMP meliputi jenjang pendidikan SMP Umum, Madrasah Tsanawiyah, SMP kejuruan dan sederajat.



SM meliputi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), sekolah menegah kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah dan sederajat.



PT meliputi jenjang pendidikan Diploma I, II, III dan IV dan sederajat.




KONSEP DAN DEFINISI MODUL SOSIAL BUDAYA



Mendengarkan radio adalah kegiatan meluangkan waktu dan perhatian untuk mendengarkan atau mengikuti siaran radio dari salah satu atau beberapa acara yang disajikan.



Membaca Surat Kabar/Majalah adalah pernah membaca setidak-tidaknya satu artikel di surat kabar atau majalah dan biasanya mengetahui/mengerti isi artikel tersebut.



Menonton Televisi adalah kegiatan meluangkan waktu dan perhatian untuk menonton salah satu atau beberapa acara yang disajikan dalam televisi sehingga mengerti dan menikmatinya



Olahraga adalah kegiatan seseorang dengan sengaja meluangkan waktunya untuk melakukan satu atau lebih kegiatan fisik secara teratur (gerak badan dengan gerakan-gerakan tertentu atau dengan macam-macam permainan seperti senam, atletik, tenis meja, voli, sepak bola, dsb).



II

METODOLOGI

1.           SUMBER DATA

Indikator pendidikan bersumber dari data hasil Susenas Kor tahun 1994 - 2010. Susenas merupakan survei tahunan yang dirancang untuk mengumpulkan data sosial kependudukan dengan cakupan relatif luas. Susenas pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Data yang dikumpulkan antara lain bidang pendidikan, kesehatan/gizi, perumahan, sosial ekonomi lainnya, kegiatan sosial budaya, konsumsi/pengeluaran dan pendapatan rumah tangga, perjalanan, dan persepsi masyarakat mengenai kesejahteraan rumah tangganya. Pada tahun 1992, sistim pengumpulan data Susenas diperbaharui, yaitu informasi yang digunakan untuk menyusun indikator kesejahteraan rakyat (Kesra) yang terdapat dalam Modul (keterangan yang dikumpulkan tiga tahun sekali) ditarik ke dalam Kor (kelompok keterangan yang dikumpulkan tiap tahun). Sejak itu, setiap tahun, dalam Susenas tersedia data yang dapat digunakan untuk memantau kesejahteraan masyarakat, merumuskan program pemerintah yang khusus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menganalisis dampak berbagai program peningkatan kesejahteraan penduduk.

Indikator sosial budaya bersumber dari Susenas modul Sosial Budaya dan Pendidikan. Keterangan rinci dalam modul dikumpulkan secara bergiliran dalam kurun waktu tiga tahun. Modul Susenas dikelompokkan ke dalam 3 paket, sebagai berikut: (1) Modul Konsumsi/Pengeluaran dan Pendapatan Rumah Tangga, (2) Modul Sosial Budaya dan Pendidikan, serta (3) Modul Kesehatan dan Perumahan.

Susenas pertama kali dilakukan pada bulan Januari-Februari. Sejak tahun 2005 mengalami pergeseran waktu karena beberapa hal sebagai berikut:

i)          Perubahan bulan survei yang dimulai tahun anggaran yaitu Januari-Desember;

ii)        Cuaca tidak kondusif seperti terjadi banjir, ombak besar dan sebagainya yang akan beresiko terhadap petugas, sehingga pelaksanaan dilakukan bulan Januari-Februari;

iii)      Masa panen yang dapat mempengaruhi konsumsi/pendapatan rumah tangga, sehingga pelaksanaan survei dilakukan bulan Juni-Juli.

2. RUANG LINGKUP

Cakupan sampel rumah tangga Susenas Tahun 1994 - 2010 sebagai berikut:

Tahun

Bulan Pelaksanaan

Jumlah Sampel (rumah tangga)

Kor + Modul

Kor saja

Total

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1994

Januari- Februari

65.664

138.752

204.416

1995

Januari

65.664

140.576

206.240

1996

Januari

65.664

141.184

206.848

1997

Januari

65.664

141.792

207.456

1998

Januari- Februari

65.664

142.400

208.064

1999

Januari- Februari

49.248

107256

156.504

2000

Januari- Februari

65.664

143.008

208.672

2001

Maret

65.280

155.616

220.896

2002

Februari

62.720

150.368

213.088

2003

Februari

68.608

160.512

229.120

2004

Februari

67.072

182.304

249.376

2005

Juni-Juli

68.288

210.064

278.352

2006

Agustus

68.800

209.552

278.352

2007

Juli

68.800

217.104

285.904

2008

Juli

285.904

-

285.904

2009

Juli

291.888

-

291.888

2010

Juli-Agustus

-

304.368

304.368

Ket: Mulai tahun 2008, modul dapat diestimasi sampai level kabupaten/kota.

 


3.     METODE PENGHITUNGAN

Partisipasi Pendidikan Formal

1. Angka Partisipasi Sekolah (APS)

Rounded Rectangle:                                   Jml pddk yg masih sekolah usia 7-12 tahun
APS 7-12 tahun = ---------------------------------------------------------    x 100
                                         Jumlah penduduk usia 7-12 tahun
 

 

 


Catatan: kelompok usia sekolah (7-12, 13-15 tahun, 16-18 dan 19-24 tahun)

2. Angka Partisipasi Kasar (APK)

Rounded Rectangle: Jumlah pddk yg masih sekolah di SD/MI
APK SD/MI	= ---------------------------------------------------------------x 100
                                   Jumlah penduduk usia 7-12  tahun
 

 

 


Catatan: APK SD/MI, APK SMP/MTs, APK SM/MA, atau APK PT

3. Angka Partisipasi Murni (APM)

Rounded Rectangle:                           Jumlah murid SD/MI  usia 7-12 tahun
APM SD/MI 	= ----------------------------------------------------   x 100
                             Jumlah penduduk usia 7-12tahun
 

 

 

 


Catatan:

Jenjang SD/MI usia 7-12 tahun, SMP/MTs: usia 13-15 tahun, SM/MA : usia 16 -18 tahun, dan Perguruan tinggi: usia 19-24 tahun

Rounded Rectangle: Untuk partisipasi Pendidikan Formal+Non formal jenjang :
-	Sekolah Dasar (SD)			: SD/MI + Paket A setara SD/MI
-	Sekolah Menengah Pertama (SMP) 	: SMP/MTs+ Paket B setara SMP/MTs
-	Sekolah Menengah 			: SM/MA + Paket C setara SM/MA
 

 

 

 

 

 

4. Buta Huruf

Rounded Rectangle:                                              Jumlah pddk umur 10 tahun ke atas yang 
                                                  tidak bisa membaca dan menulis
ABH 10 tahun ke atas=   ---------------------------------------------------------------- x 100
                                         Jumlah penduduk umur 10 tahun ke atas
 

 


Catatan: Kelompok Umur : 10 tahun keatas, 15 tahun ke atas, 15-44 tahun, dan 45 tahun ke atas

5.      Partisipasi Pra Sekolah

a. Partisipasi Pra Sekolah (sedang)

Rounded Rectangle:                                            Banyaknya anak usia 3-4 tahun yang 
                                              sedang ikut pendidikan pra sekolah
      Partisipasi                   ( tidak  termasuk sedang/pernah SD/MI)
Pra sekolah 3-4 tahun   =   -------------------------------------------------------  x  100 
                    Jumlah anak usia 3-4 tahun
 

 


Catatan: Kelompok Umur : 3-4 tahun, 5-6 tahun, 3-6 tahun

b. Partisipasi Pra Sekolah (pernah+sedang)

Catatan: Kelompok Umur : 3-4 tahun, 5-6 tahun, 3-6 tahun

b. Partisipasi Pra Sekolah (pernah dan sedang)

Rounded Rectangle:                                        Banyaknya anak usia 3-4 tahun yang pernah/
       Partisipasi                        sedang ikut pendidikan pra sekolah
Pra sekolah 3-4 tahun   =   -------------------------------------------------------  x  100 
                    Jumlah anak usia 3-4 tahun
 

 

 

 

Catatan: Kelompok Umur : 3-4 tahun, 5-6 tahun, 3-6 tahun

| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z |
Cari Istilah
Istilah Statistik

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 Indonesia, Telp (021) 3841195, 3842508, 3810291, Faks (021) 3857046,


Best viewed in Mozila Firefox 4.0 or above and Google Chrome 8.0 or above, resolution 1024x768 or above
Copyright © 2012 Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
All Rights Reserved

 
statcap