BADAN PUSAT STATISTIK

 

Konsep

|  Konsep  |  Metodologi  |  Daftar Tabel  |  

Padi dan Palawija

Konsep dan definisi hanya mencakup hal-hal yang sesuai dengan karakteristik yang ditanyakan dalam SP IA(Laporan tanaman padi) dan SP IB (Laporan tanaman palawija), yaitu :

  1. Padi sawah adalah padi yang ditanam di lahan sawah. Termasuk padi sawah ialah padi rendengan, padi gadu, padi gogo rancah, padi pasang surut, padi lebak, padi rembesan dan lain-lain.

  2. Lahan sawah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperolehnya atau status lahan tersebut. Termasuk disini lahan yang terdaftar di Pajak Hasil Bumi, Iuran Pembangunan Daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang ditanami padi dan lahan-lahan bukaan baru. Lahan sawah mencakup pengairan, tadah hujan, sawah pasang surut, rembesan, lebah dan lain sebagainya.

  3. Padi ladang adalah padi yang ditanam di tegal/kebun/ladang atau huma.

  4. Palawija terdiri dari jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar.

  5. Luas bersih adalah luas sawah secara keseluruhan (luas kotor) dikurangi dengan luas pematang/galengan dan luas saluan air.

  6. Luas panen berhasil (Luas panen) adalah tanaman yang dipungut hasilnya setelah tanaman tersebut cukup umur. Dalam panen berhasil ini termasuk juga tanaman yang hasilnya sebagian saja dapat dipungut (paling sedikit sampai dengan 11%) yang mungkin disebabkan karena mendapat serangan organisme pengganggu tumbuhan atau bencana alam. Mencabut bibit ini tidak termasuk sebagai memungut hasil dan tidak boleh dimasukkan dalam laporan ini.

  7. Luas panen muda adalah luas tanaman yang dipungut hasilnya sebelum waktunya (belum cukup tua). Tanaman yang dipanen muda hanya tanaman jagung dan kedelai.

  8. Luas rusak (Tak Berhasil) adalah jika tanaman mengalami serangan organisme pengganggu tumbuhan, bencana alam, sedemikian rupa sehingga hasilnya kurang dari 11% keadaan normal.

  9. Luas penanaman adalah luas tanaman yang betul-betul ditanam (sebagai tanaman baru) pada bulan laporan, baik penanaman yang bersifat normal maupun penanaman yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang dibabat/dimusnahkan karena terserang organisme pengganggu tumbuhan atau sebab-sebab lain, walaupun pada bulan tersebut tanaman baru tadi dibongkar kembali.



Hortikultura

Konsep dan definisi yang disajikan hanya mencakup hal-hal yang sesuai dengan karakteristik yang ditanyakan dalam SP IIA (tanaman sayuran dan buah-buahan semusim) dan SP IIIA (tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan), yaitu :

  1. Tanaman sayuran dan buah-buahan semusim :
    1. Tanaman sayuran semusim adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga, buah dan umbinya, yang berumur kurang dari setahun.
    2. Tanaman buah-buahan semusim adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah, berumur kurang dari satu tahun, tidak berbentuk pohon/rumpuin tetapi menjalar dan berbatang lunak.
    3. Tanaman yang dipanen sekaligus adalah tanaman yang biasanya pemanenannya dilakukan sekali dan kemudian dibongkar untuk diganti dengan tanaman lain seperti bawang daun, bawang merah, bawang putih, kentang, lobak, kubis, sawi, wortel dan kacang-kacangan.
    4. Tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali) adalah tanaman yang biasanya pemanenannya lebih satu kali dan biasanya dibongkar apabila panenan terakhir sudah tidak memadai lagi. Termasuk kategori ini adalah buncis, cabe, terung ketimun, tomat, labu siam, kangkung, bayam dan sebaginya. Luas panen untuk tanaman yang dipanen berkali-kali merupakan penjumlahan panenan per bulan dan dapat berakhir pada tanaman dipanen habis/dibongkar.
    5. Produksi adalah banyaknya hasil menurut bentuk hasil yang ditetapkan dan merupakan penjumlahan laporan per bulan.


  2. Tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan :
    1. Tanaman buah-buahan tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain ynag dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah dan merupakan tanaman tahunan.
    2. Tanaman sayuran tahunan adalah tanamn sumber vitamin, garam mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga, buah dan umbinya yang berumur lebih dari satu tahun serta berbentuk pohon.
    3. Tanaman yang menghasilkan adalah tanaman yang pada triwulan yang bersangkutan dipetik hasilnya.
    4. Bentuk produksi
      Bentuk produksi buah-buahan dinyatakan dalam buah segar. Khusus untuk pisang dihitung dengan tandan dan nenas dengan mahkotanya (jambul).
    5. Luas disajikan dalam luas kotor.



Perkebunan

Perkebunan adalah lahan yang memiliki status legal untuk dibuat perkebunan tanaman secara komersil pada lahan tersebut, berdasarkan pada undang-undang yang dijamin oleh pemerintah. Dengan kata lain, seperti perkebunan tanaman pribadi yang tidak mempunyai hak untuk mengeksploitasi dengan mempertimbangkan perkebunan rakyat. Komoditas yang dihasilkan adalah karet, kelapa sawit, kopi, kakao, teh, kina, tebu, tembakau dan rosela. data yang dikumpulkan terdiri dari produksi, lahan dan persediaan komoditas.


Kehutanan

  1. Perusahaan Hak Pengusahaan Hutan
    Perusahaan Hak Pengusaha Hutan adalah usaha berbentuk badan usaha/ hukum yang bergerak di bidang pengambilan hasil hutan.
  2. Hak Pengusahaan Hutan (HPH)
    HPH adalah hak untuk mengusahakan hutan di dalam suatu kawasan hutan, yang meliputi kegiatan-kegiatan penebangan kayu, permudaan, pemeliharaan hutan, pengolahan dan pemasaran hasil hutan sesuai dengan rencana kerja pengusaha hutan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku serta berdasarkan asas kelestarian hutan dan asas perusahaan. HPH diberikan kepada BUMN dan Badan Milik Swasta (PT), yang memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Menteri Kehutanan. HPH merupakan hak pengusahaan hutan yang di titik beratkan pada penebangan kayu sebagai bahan dasar industri maupun untuk keperluan ekspor. jangka waktu untuk mengusahakan hutan paling lama 20 tahun tetapi dapat diperpanjang.
  3. Jenis Kayu
    Nama-nama jenis kayu dituliskan dalam nama Indonesia atau nama lokal atau daerah.
  4. Tenaga Kerja
    Pekerja pada perusahaan HPH dapat digolongkan ke dalam pekerja tetap dan pekerja tidak tetap.
    1. Pekerja Tetap
      Pekerja Tetap adalah pekerja yang telah diangkat sebagai pegawai/karyawan perusahaan dengan mendapat surat keputusan. Tidak termasuk pekerja adalah tenaga ahli/expert yang diperbantukan dan dibayar pihak lain.
    2. Pekerja tidak Tetap
      Pekerja tidak Tetap adalah pekerja harian lepas dan pekerja borongan. Pekerja harian lepas adalah pekerja tidak tetap yang dibayar berdasarkan banyaknya hari kerja, sedangkan pekerja borongan adalah pekerja tidak tetap yang dibayar berdasarkan volume pekerjaan.

    Menurut satuan kerja, pekerja dapat dibagi menjadi tenaga kerja untuk :
    1. Unit pengelolaan hutan
      yang termasuk dalam kategori ini adalah tenaga kerja yang kegiatannya berkaitan langsung dengan lapangan/pengelolaan tanaman kayu-kayuan kehutanan, seperti pemeliharaan tanaman dan pemungutan hasil hutan.
    2. Unit pengolahan hasil hutan
      yang termasuk dalam kategori ini adalah tenaga kerja yang kegiatannya berkaitan langsung dengan pengolahan hasil hutan, misalnya mengolah kayu log menjadi plywood, veneer, sawn timber, dsb.
      Kewarganegaraan pekerja pada perusahaan HPH dibedakan atas WNI dan WNA. WNI adalah warga negara yang secara hukum sah sebagai warga negara Republik Indonesia (karena keturunan maupun kewarganegaraan). WNA adalah warga negara yang secara hukum bukan warga negara Republik Indonesia, termasuk pekerja yang tidak memiliki kewarganegaraan (stateless).


Perikanan

Kapal Perikanan

Kapal nelayan adalah kapal yang secara langsung pasti digunakan dalam kegiatan memancing ikan/hewan laut lainnya/tumbuhan laut. Seluruh kapal yang digunakan termasuk kedalamnya. Kapal pengangkut yang khusus digunakan hanya untuk mengangkut tidak termasuk didalamnya. Perahu yang digunakan untuk membawa nelayan, peralatan penangkapan ikan, ikan, dan lain-lain. Dalam perikanan menggunakan alat-alat penangkapan seperti bagan, sero, dan kelong.

Produksi Perikanan

Nilai Produksi Perikanan diyatakan dalam berat hidup ikan pada saat baru dipancing. misalnya the "round fresh", "round whole" or ex water weight equivalent of the quantities recorded at the time of landing.

Fishing operator's

Rumah tangga nelayan adalah rumah tangga yang melakukan aktivitas memancing atau menjaring ikan-ikan/hewan laut lainnya/tanaman-tanaman laut. Usaha ini selalu dilakukan baik oleh anggota keluarga atau nelayan yang dipekerjakan.

Pemancingan Ikan

Pemancingan Ikan adalah Aktivitas rumah tangga untuk memperoleh ikan tambak, sungai budidaya kolam ikan, saluran sungai, rawa, danau atau laut, dan sebagainya. Dengan maksud untuk dijual atau untuk menambah penghasilan.

Penangkapan Ikan

Manangkap ikan adalah aktivitas rumahtangga memperoleh ikan. Di laut, sungai, atau perairan umum lainnya untuk dijual atau menambah pendapatan.


Hewan Ternak

Rumah Potong Hewan (RPH)
Ruamah Potong Hewan (RPH) adalah semua pemotongan hewan atau ternak yang mempunyai bangunan permanen atau semi permanen yang khusus digunakan untuk tempat pemotongan hewan/ternak yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Rumah Potong Hewan.

Penjagal Hewan/Keurmaster
Penjagal hewan adalah petugas (biasanya pegawai Dinas Peternakan atau Pemda setempat)yang diberi wewenang untuk memeriksa kesehatan ternak sebelum dipotong (ante mortem), memeriksa daging ternak setelah dipotong apakah cukup layak untuk dikonsumsi (post mortem),memungut retribusi, pajak potong dan sebagainya.




Bagikan ke  

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 Indonesia, Telp (021) 3841195, 3842508, 3810291, Faks (021) 3857046,


Best viewed in Mozila Firefox 4.0 or above and Google Chrome 8.0 or above, resolution 1024x768 or above
Copyright © 2012 Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
All Rights Reserved

 
statcap